BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Foto : Peta Kepulauan Nias
Ucapan selamat dari rakyat, tim sukses dan para pemilihnya dari dapil membahana, Semarak bahkan digelorakan saat dilantik di gedung terhormat Senayan Jakarta. Rasa senang dan gembira mewarnai dalam pemilu. Lantaran setiap rakyat yang telah memilih di dalam bilik suara merangkai impian. Harapan akan kesejateraan dan kemajuan sudah didepan mata. Bahkan seakan sudah dalam genggaman masing – masing.
BACA JUGA: 67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !
-
Pupus sudah semua. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Hingga kini sudah memasuki setahun lebih. Tak bersua dan tak bersuara. Batang hidung tidak lagi diperlihatkan. Sekadar menyapa rakyat pemilihnya pun tak tampak. Demikian dirasakan benar oleh masyarakat Nias yang berada di Dapil II Sumut. Bahkan kondisinya sebagai terdampak Covid 19. Merasakan seakan ditelan bumi.
BACA JUGA: Kak Seto : Perlunya Psikotest untuk Kejiwaan
-
Belum lama, 4 kabupaten di Kepulauan Nias dikategorikan daerah miskin. Yaitu dari 124 daerah miskin seluruh Indonesia. Sungguh ironis, peran dari para legislator asal Dapil II di DPR sangat tidak memberi manfaat. Terutama untuk kemajuan daerah pemilihannya. Di Dapil II sendiri ada beberapa kabupaten yang tergolong miskin. Empat diantaranya ada di Kepulauan Nias.
BACA JUGA: Putra Nias, Melenggang dari Guru Besar Jadi Pendamping Menteri
-
Jika demikian hasilnya, lalu apa yang dijanjikan oleh para calon saat kampanye pemilihan legislatif setahun yang lalu? Layaknya sekeping kebohongan dan tidak terbukti menepati janjinya. Kepada angota DPRRI asal DAPIL II Sumut segera tunaikan janjinya. Apalagi rakyatlah yang memilihmu. Kini sedang terhimpit kesulitan akibat dampak Covid 19.
BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng
-
Selanjutnya jika tidak bisa mengentaskan kemiskinan, dari Dapil lalu apa yang diperjuangkan? Ada pepatah Nias berbunyi " Aro zazi moroi bahuku". Artinya lebih kuat janji yang diucapkan dari pada hukum. Maka bagi orang Nias, janji adalah hukum. Tentu yang tidak bisa dengan begitu saja tidak ditepati.
BACA JUGA: Lopis Raksasa, Hanya Ada Saat Moment Syawalan
-
Beesokhi Ndruru selaku Ketua Ono Ndruru Indonesia pun turut menyampaikan pada Selasa 26 Mei 2020. Mewakili aspirasi masyarakat Nias. Tentu yang diharapkan adalah gerakan sebagai legislatif tingkat provinsi. Baik secara pribadi maupun kolektif menolong masyarakat. Utamanya masyarakat Nias di kota Medan dan Kepulauan Nias. Kemudian khususnya masyarakat Nias yang kebanyakan bekerja sebagai buruh, tenaga lepas harian, ojek daring dan lain sebagainya.
BACA JUGA: Yasonna Menjawab, Jangan Sepelekan Minta Bangun Lapas
-
Beesokhi Ndruru juga merupakan Sekjend (Sekretaris Jenderal) Fornisel. Menghimbau kiranya Anggota DPR turun ke lapangan membantu saudara - saudaranya yang membutuhkan. Terlebih kepada bantuan akibat merosotnya ekonomi saat pandemik Covid 19. Tunjukkanlah bahwa legislatif peduli dengan rakyat dan masyarakat. Terlebih khususnya masyarakat dari Kepulauan Nias daerah konstituennya. Dana bansos bisa berasal dari sukarela masing - masing maupun lobi. Tepatnya lobi di level kepemerintahan dan pengusaha. Sehingga mau berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan dan belum tersentuh jangkauannya. Bantuan bisa terus berkelanjutan.
BACA JUGA: Kepulauan Nias Dapil II Sumut Terpilih, Kemanakah Saat Pandemi Covid 19 ?
-
Drs. Firman Harefa, SPd, M.Si. selaku mantan Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) berdomisili di Kepulauan Nias menyampaikan. Seharusnya yang terpilih menjadi Anggota DPR RI dari Dapil Sumut II ( termasuk Kepulauan Nias ) wajib punya tanggung jawab moral. Terutama terhadap masyarakat Nias. Apalagi memang kondisi dalam mengahadapi wabah pandemi Covid 19. Justru yang mengherankan tidak terlihat sama sekali batang hidungnya. Untuk itu, hendaknya menjadi catatan bagi masyarakat Nias di masa mendatang dalam menentukan pilihan pada setiap pemilu.
BACA JUGA: Ray, Penderita Kanker Otot, Butuh Uluran Tangan
-
Sementara Agustus Gea, S.H. mantan Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia ( HIMNI ), yang sekarang Sekretaris MPO HIMNI turut bicara. Agustus Gea adalah suku Nias yang tinggal di Jakarta. Untuk Anggota DPR RI yang terpilih di Dapil II Sumut jangan hanya bual janji. Dahulu ketika Pemilu saja memperhatikan rakyat. Hanya untuk memperoleh suara rakyat . Tak lain agar bisa menuju Senayan. Akan tetapi saat ini bergeming. Padahal momen yang mana tepat untuk berbuat dan membantu rakyat di Dapilnya. Yaitu Dapil II Sumut termasuk Kepulauan Nias.
BACA JUGA: BUMN Pertamina Dibawah Kepemimpinan Ahok Bungkam Rengekan Harga BBM Turun
-
Dapil II Sumut Terpilih ada 10 orang. Diantaranya Marwan Dasopang (PKB), Gus Irawan Pasaribu (Gerindra), Trimedya Panjaitan (PDIP), Sihar PH Sitorus (PDIP), Lamhot Sinaga (Golkar), Martin Manurung (Nasdem), Delmeria (Nasdem), Iskan Qalba Lubis (PKS), Saleh Partaonan Daulay (PAN) dan Jhonni Allen Marbun (Demokrat). Untuk masyarakat (rakyat) Dapil Sumut II khususnya Kepulauan Nias agar tidak salah memilih Caleg. Terlebih disaat semaraknya pemilu. Sehingga ketika dibutuhkan maka memiliki kepedulian terhadap konstituennya. Memang sangat menyedihkan ketika rakyat membutuhkan tidak menunjukkan kepeduliaan. Tentu saja kepedulian sebagaimana diharapkan. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Muhadjir Effendy, Berawal Penulis dan Wartawan Hantarkan Jadi Menteri