Minggu, 19 Juli 2026

Refleksi Harkitnas, PDIP Surabaya Ingatkan Sejarah Reformasi 1998

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Jumat, 22 Mei 2020 | 01:22 WIB

Surabaya, NAWACITAPOST – Spirit Reformasi adalah kesatupaduan seluruh elemen gerakan rakyat ketika itu dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, ujar Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am wakil ketua DPC Partai Demokrasi Inndonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya. Rabu (20/05/20)


"Maka dari itu, pada peringatan Harkitnas ini saya mengajak kepada seluruh warga kota Surabaya untuk kembali melawan Pandemi Covid-19 di Surabaya ini dengan ikut serta menjaga diri sendiri,” ajaknya.


20 Mei 2020 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan setiap tanggal tersebut, PDI-P Surabaya selalu memperingati tanggal yang bersejarah tersebut sebagai penghargaan untuk tokoh-tokoh bangsa,


Ditengah suasana yang sedang tidak kondusif saat ini, partai besutan Megawati Soekarno Putri tersebut mengajak warga Surabaya untuk bangkit bersama-sama melawan Covid-19, dengan mentaati segala aturan perlindungan diri dari Covid-19.


Sekretaris Fraksi PDI-P itu juga mengingatkan agar seluruh warga kota Surabaya untuk Flash back sebentar, mengingat sejarah bahwa seluruh sendi kehidupan yang dibangun pasca Reformasi dulunya juga terpukul. Termasuk aspek-aspek kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, spirit Gerakan Reformasi harus kembali digelorakan dalam menghadapi pandemi Covid-19 di kota Surabaya.


Masih Ghoni, dalam rangka menyingkirkan berbagai latar primordial dan golongan seperti yang dilakukan kelompok penggerak Reformasi terdahulu, saat ini seluruh elemen bangsa harus kembali bersatu, dan bergotong royong melewati pandemi kali ini.


”Indonesia berutang budi kepada Angkatan 98 yang telah menggerakkan Reformasi, dan akhirnya menghasilkan perubahan terus-menerus terhadap tatanan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Akuntabilitas, transparansi, trust atau kepercayaan publik, dan partisipasi publik menjadi ciri-ciri yang menandai tatanan pasca Reformasi 1998,” lanjutnya.


Pada kesempatan yang sama, Agatha Retnosari Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya menambahkan, sampai saat ini jiwa aktivis harus terus melekat di seluruh elemen masyarakat melalui refleksi perjalanan Reformasi 1998. Seperti halnya politisi hingga pejabat penting ditingkat eksekutif yang kini telah ikut mewarnai panggung-panggung publik dengan idealisme dan gagasan yang strategis.


”Dari perjalanan selama ini, saya belajar bahwa yang dulu menjadi aktivis yang kental dengan idealisme dan gagasan yang menyala-nyala ikut terbawa dalam kehidupan politik praktis,” ujarnya.


Masih senada, Hadrean Renanda Wakil Bendahara DPC PDIP Surabaya turut mengingatkan, jika 22 tahun pasca Reformasi memang masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah bagi bangsa ini.


Mantan aktivis GMNI itu juga mengatakan, refleksi Harkitnas sebaiknya menjadi obor bagi bangsa ini. Yakni semangat yang selalu menggelora. Terutama untuk segenap dokter dan perawat yang saat ini sedang berjuang di garda terdepan peperangan dengan Covid-19 di kota Surabaya ini.


”Memang, upaya membangun bangsa ini adalah sebuah proses yang terus-menerus. Tidak ada mandeknya. Oleh karena itu, semangat Gerakan Reformasi harus terus hadir mengiringi perjalanan Indonesia,” pungkas Hadrean Renanda. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini