- Cikarang, Cibitung, Tambun: Sangat mudah (Angkot aktif, Ojol melimpah, Commuter Line) sehingga dampaknya perputaran ekonomi cepat, biaya logistik murah.
- Pebayuran: Terputus (Angkot mati suri 2 tahun, ketergantungan pada ojek) sehingga dampaknya adalah ekonomi melambat, biaya hidup membengkak, mobilitas warga terbatas.
Warga Siap Kolaborasi, Menanti Respons Dishub
Sebagai bentuk komitmen, warga Pebayuran menyatakan siap bergerak mandiri untuk membantu melakukan sosialisasi dan mengawal operasional armada jika ada operator angkot yang bersedia kembali melayani rute Pebayuran-Pasar Bojong. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi izin trayek dan memberikan stimulus bagi para pengusaha angkutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi ataupun respons konkret dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi terkait desakan aktivasi kembali trayek angkot di kawasan Pebayuran. Warga berharap, janji pemerataan pembangunan di Kabupaten Bekasi bukan sekadar jargon politik, melainkan diwujudkan nyata melalui hadirnya kembali angkot di jalanan mereka.(Apen Sodikin)
Artikel Terkait
Kampus Bagonjong Unggulan Sumatera Barat: Universitas Baiturrahmah Terus Cetak Generasi Unggul Bidang Kesehatan dan Bisnis
Mengenal President University, Kampus Akreditasi "Unggul" Berstandar Internasional
Menengok Kiprah Universitas Primagraha: Kampus Masa Depan Gemilang di Jantung Kota Serang
Pemkot Padangsidimpuan Diduga Rekayasa 1.133 Rumah Rusak Berat Demi Keruk Miliaran Dana Bantuan Presiden
Dukungan Anak Muda Mengalir Deras, Johan Nagen Jaya All-Out Menangkan Misri di Pilkades Bantarjaya