Surabaya NAWCITAPOST – Produksi gula pasir Jawa Timur pada 2019 sebesar 1,046 juta ton sementara kebutuhan konsumsi berkisar 450 ribu ton, sehingga mengalami surplus sekitar 596 ribu ton. Kelebihan produksi gula pasir di Jawa Timur untuk menopang kebutuhan nasional.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Karyadi disela-sela Memperingati Hari Kopi Nasional 2020 di Surabaya, Rabu (11/3) mengatakan, naiknya harga gula pasir akhir-akhir ini dikarenakan stok dan kelebihan gula pasir Jawa Timur untuk membantu memenuhi kebutuhan daerah lain di Indonesia. “Diharapkan masyarakat Jawa Timur tidak mengalami kepanikan, karena stok/persediaan gula pasir saat ini masih berkisar 90 ribu ton,” ujarnya.
Menurut Karyadi, secara nasional memang produksi gula pasir mengalami, kekurangan produksi, sehingga sebagain hasil produksi gula pasir Jawa Timur untuk menutupi kekurang kebutuhan nasional. Produksi gula pasir nasional rata-rata pada 2019 sebesar 2,223 juta ton, sedangkan kebutuhan untuk konsumsi sebesar 2,850 juta ton. Sehingga secara nasional kekurangan kebutuhan gula pasir untuk konsomsi sebesar 627 ribu ton. “Kekurangan gula secara nasional ini sebagaian didatangkan dari Jawa Timur,” ujarnya.
Untuk itu, untuk memenuhi kekurangan kebutuhan gula pasir secara nasional pemerintah harus mendatangkan gula dari negara lain atau impor.
Hasil pantauan reporter JNR Kominfo Jatim dan data dari Siskaperbapo Disperindag Jawa Timur pada Rabu (11/3), harga gula pasir diberbagai pasar rakyat di Jawa Timur merangkak naik. Sebelunya harga gula pasir rata-rata Rp 12.500-13.000/kg pada Januari 2020 kini naik menjadi rata-rata Rp 16.500-17.000/kg. (*)