LPP Semarang, sebelumnya telah dikenal luas dengan produksi kain batiknya yang apik dan berkualitas baik hingga mampu bersaing dengan produksi pengerajin luar lapas.
"Dengan semakin lengkap dan bertambahnya fasilitas membatik di lapas perempuan Semarang maka diharapkan akan lebih banyak warga binaan yang dapat mengikuti dan mendalami keterampilan membatik sehingga dapat menjadi bekal bagi dirinya saat keluar dari Lapas," tutur Nugroho.
Ia menyayangkan masih kurangnya ekspose media tentang keberhasilan lembaga pemasyarakatan di Indonesia yang telah berhasil menciptakan narapidana-narapidana unggul penghasil karya luar biasa di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Khususnya batik dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Semarang.
Lebih lanjut, Plt. Dirjen PAS juga memberikan apresiasi kepada UNODC sebagai Lembaga Non Pemerintah atau NGO (Non Government Organisasi) yang telah membatu melengkapi fasilitas membatik serta Second Change Fondation yang telah memberi Pelatihan membatik bagi Narapidana di Lapas Perempuan Malang.
Sementara itu, Colly Brown, Country Manager UNODC di Indonesia Menyatakan kekagumanya kepada Pemasyarakatan yang memiliki tugas berat, karena harus paham bahwa setiap WBP yang ada di dalam Lapas suatu hari akan pulang, dan DitjenPAS harus mempersiapkan bekal untuk kepulangan mereka.
Baca Juga : Pemkab Nias Gelar Pameran Produk Tani Pada Acara Asia Agricultural Anda Food Forum
"Respect yang besar kami haturkan untuk semua insan pemasyarakatan atas dedikasi yang diberikan untuk kehidupan WBP yang lebih baik," ujar Colly.
Menyinggung fasilitas batik yang diberikan untuk lapas perempuan Semarang Colly mengungkapkan bahwa UNODC memprioritaskan fasilitas membatik karena memandang hal itu sangat berguna bagi narapidana LPP Semarang.
"Dengan ini kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan motivasi dan semangat bagi seluruh narapidana di LPP Semarang sehingga tidak hanya sebagai pengisi waktu luang, namun juga harus berguna bagi keberlangsungan hidup mereka hingga bisa menjadi bekal hidup setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan," cetusnya.
Senada dengan Plt. dirjenPAS, Tarsono, Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Jawa Tengah juga menyambut baik diresmikannya fasilitas membatik di LPP Semarang.
"Bantuan paket lengkap ini akan menambah kemampuan dan keterampilan narapidana dan meningkatkan produksi dari lapas Perempuan Semarang," tandas Tarsono.
Ini menjelaskan, dengan demikian Pemerintah dan Masyarakat telah bersama-sama melakukan tugas mulia berupa pembinaan yang baik bagi naraidana.
"Ini sesuai dengan konsep pembinaan Pemasyarakatan, dimana masyarakat yakni NGO ikut aktif brersama-sama dengan pemerintah peduli terhadap pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Kami berharap kerjasama ini berlangsung terus untuk menciptakan sistem pembinaan yang baik," tutup Tarsono.