Kamis, 4 Juni 2026

Budi Luhur Buulolo, Kepala Desa Termuda di Kabupaten Nias Selatan

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Rabu, 15 Januari 2020 | 20:59 WIB
Gunungsitoli, NAWACITA - Budi Luhur Buulolo (27) terpilih menjadi Kepala Desa termuda di Kabupaten Nias Selatan. Bersama kedua orangtua dan keluarga besar, Budi ikut dalam prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan sebagai Kepala Desa Hilidanoyao Kecamatan Susua, Kabupaten Nias Selatan beberapa waktu yang lalu (27-28/12/2019).

Awalnya, niat untuk maju dalam kontestasi Pilkades serentak, tidak pernah terbersit dibenak seorang Budi. Selain dikenal sebagai sosok pemuda yang "low profil" di Desa Hilidanoyao, Budi juga memberanikan diri untuk mendaftar karena dorongan keluarga dan sesama rekan pemuda sekampung yang terus menyemangatinya.

Baca Juga: 149 Kepala Desa Terpilih di Rayon 1 – Nias Selatan, Segera Dilantik

"Saya tidak memiliki ambisi yang lebih untuk menjadi Kepala Desa, jadi siap saja. Kalah diterima, kalau menang ya rezeki. Karena pendaftaran atau pencalonan saya tidak pernah diprediksi warga sekampung", jelas Budi Luhur.

Sosok Budi yang tidak populer di kalangan warga kampung, membuat dua calon kepala desa yang lain tidak menyangka akan ada pesaing tambahan. Dari total tiga pasangan calon kepala desa di Desa Hilidanayao, satu diantaranya merupakan petahana.

"Saya mencoba melengkapi semua dokumen dan syarat adminsitratif lain yang dibutuhkan. Pas hari terakhir penyerahan berkas, kedua calon Kades yang lain merasa terkejut karena saya sudah melengkapi semuanya. Sementara pemberitahuan mau nyalon sangat mepet dengan batas akhir pendaftaran", ujar Budi.

Setelah resmi dilantik, tamatan IKIP Gunungsitoli ini mengungkapkan niat baik untuk membangun kampung halamannya dengan baik.

"Visi dan misi sebagai Kades, harus seiring sejalan dengan semangat dan cita-cita Pemda Nias Selatan dalam membangun. Dalam skala lebih kecil, Desa Hilidanayao juga mesti menjadi desa dengan warga yang sejahtera.  Setidaknya, Desa Hilidanayao memiliki citra yang positif di kalangan seluruh masyarakat Nias Selatan dan kepulauan Nias secara keseluruhan", harap Budi.
Baca Juga: Pasangan LASO Jilid II Resmi Mendaftar di DPC Partai Demokrat

Terkait dengan rencana program kerjanya sebagai Kades kedepan, Budi merasa sudah memikirkan hal-hal yang positif terhadap pembangunan desanya. Budi juga melihat bahwa keterpilihannya menjadi Kades sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan masyarakat Desa Hilidanayao dan Tuhan yang kita imani.

"Bagi saya, menjadi Kepala Desa ini memiliki tantangan berat. Namun, bukan berarti tidak bisa dilalui atau dilaksanakan. Saya akan mencoba mempelajari dulu setiap data terkait yang sudah dilakukan oleh Kades sebelumnya. Kalau ada yang baik, pasti kita lanjutkan. Secara pribadi, saat ini, hal yang pertama yang terpikirkan adalah bagaimana untuk mewujudkan akses berupa kebutuhan infranstruktur dalam bentuk jalan dan fasilitas lainnya di desa", lanjut Budi.

"Intinya, program nawacita Presiden kita yang termuat dalam salah satu poin visi-misinya pada periode pemerintahannya yang pertama, bahwa dari "Desa Membangun Indonesia". Jadi, pembangunan dan pemberdayaan Desa secara benar, sebagai kekuatan bangsa yang besar. jadi, kita mulai saja dengan niat positif dan tentunya melalui dukungan masyarakat Hilidanayao", sebut Budi mengakhiri.

Jurdil Laoli (Nawacitapost, Gunungsitoli)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini