Kamis, 4 Juni 2026

Gangguan Sistem Bank Mandiri Bukan Karena Aksi Hacker

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Senin, 29 Juli 2019 | 13:20 WIB
Jakarta, NAWACITA - Bank Mandiri mengambil alih sistem yang menyebabkan perbedaan pada data 10 persen pada hari Sabtu kemarin. Saldo tambah ada yang berkurang menjadi 0, ada juga yang malah bertambah. 

Meskipun terkait dengan sistem TI, namun pihak Bank Mandiri menyetujui hal tersebut tidak terkait dengan cyber atau aksi hacker.

Sesuai dilansir Merdeka.com, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi mengatakan perubahan tersebut terjadi saat proses dari sistem inti ke sistem cadangan yang rutin dilaksanakan di akhir hari ini. Namun pada saat ini, terjadi kesalahan pada data saldo 10 persen yang diperoleh Bank Mandiri.

"Tidak ada yang setuju dengan hacker dengan cyber, ini murni kita melakukan pemeliharaan sistem dan berimpact kepada segelintir beasiswa," kata dia, di Gedung Ombudsman RI, Jakarta , Senin (29/7).

Selain itu, ia menambahkan tidak ada yang dirugikan materi, yaitu jumlah saldo yang kembali normal tanpa ada kekurangan. Dia juga mengungkapkan, sebetulnya diterbitkan kembali eror ini sangat kecil. Kemungkinan kecil terjadi.

"Probabilitas kejadiannya sangat kecil tapi itu terjadi. Kami tegaskan lagi tidak ada dana yang harus dikeluarkan, semua aman disimpan, yang berbeda hanya melihat saldo dan sudah kami perbaiki dan semuanya aman. Komplain juga sudah kami hadapi dengan semua yang sudah ada," "WIB.

Dalam kesempatan serupa, Anggota Ombudsman RI, Dadan S. Suharmawijaya mengungkapkan dari hasil laporan dan investigasi yang terjadi pada Bank Mandiri tidak terkait dengan aksi kejahatan cyber. "Apa yang terjadi dengan Bank Mandiri itu tidak ada masalah dengan keamanan cyber-nya," katanya.

Dia menyetujui lebih lanjut semua perbankan di Indonesia memiliki sistem IT yang cukup andal dan aman dari aksi pembobolan oleh hacker. "Jadi perbankan Indonesia lewat serangan hacker-hacker dan sebagainya selama ini mampu ditangkal dan tidak ada yang mampu menembus perbankan kita," tutupnya. 

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini