Nilai penjualan ritel urutan pertama ditempati oleh keju dengan nilai pangsa USD4,1 miliar, disusul oleh daging hewan beku (termasuk seafood) dengan nilai pangsa USD3,9 miliar, dan makanan kudapan ringan (keripik dan camilan).
Menariknya, permintaan akan produk mamin specialty terus meningkat, bahkan dengan harga premium. Hal itu dikarenakan kesadaran konsumen AS akan produk yang sehat semakin tumbuh dengan mengedepankan pelestarian lingkungan (sustainability), kisah di balik suatu produk (food story), dan pemberdayaan masyarakat.
"Meskipun kebutuhan biaya untuk memproduksi produk mamin specialty relatif lebih tinggi dibandingkan produk mamin secara umum, tetapi konsumen AS bersedia membeli dengan harga premium. Peluangnya ada, terlebih dengan memanfaatkan kesempatan dari perang dagang antara AS dan China," terang Reza.
(ANT)