Aturan pelayanan yang diterapkan malah tidak sesuai standar pelayaran. Sebagaimana yang terjadi dalam beberapa waktu lalu dimana kapal yang telah berangkat harus kembali lagi ke pelabuhan.
“Keluarga saya berangkat dan saya ikut mengantar. Tidak lama setelah tali dilepas dan kapal telah berlayar tiba-tiba kembali ke pelabuhan,” kata Martin Harefa kepada Nawacitapost.com, Jum’at (2/3).
Dari pantauan yang dilakukan redaksi Nawacitapost.com pula ditemukan banyak sekali pedagang yang berjualan disembarang tempat. Belum lagi dengan distribusi masuk pelabuhan yang mulai memberatkan masyarakat.
Selain itu pula, sarana dan prasana di dalam kawasan pelabuhan sudah mulai kelihatan kumuh dan banyak yang hancur.
-
Begitu pula dengan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang mencari nafkah di dalam pelabuhan tidak termanajemen dengan baik.
Kepulauan Nias yang ditetapkan sebagai tempat penyelenggaraan Sail Nias 2019 seharusnya mempunyai pelabuhan yang dkelola secara professional dan membantu masyarakat untuk mendapatkan moda transportasi yang layak.
(Red: K. Zebua)