Minggu, 19 Juli 2026

Kualitas Diragukan, Baru Dibangun Saluran Tersier P3A Sumber Makmur Sudah Retak

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 15 November 2023 | 14:43 WIB
Foto istimewa: Pegiat LSM Hamid Efendi ketika mendatangi bangunan saluran tersier daerah irigasi Sumber Mlilir
Foto istimewa: Pegiat LSM Hamid Efendi ketika mendatangi bangunan saluran tersier daerah irigasi Sumber Mlilir

Bangunan Saluran Tersier P3A Sumber Makmur Desa Nglaban Retak, Ini Kata Pegiat LSM


Nganjuk, Nawacitapost.com - Pegiat LSM Kabupaten Nganjuk Hamid Efendi meragukan bangunan saluran tersier daerah irigasi Sumber Mlilir Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) pada P3A Sumber Makmur, Desa Nglaban, Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Pasalnya proyek bangunan tersebut baru selesai dikerjakan dan kurang lebih sekitar 4 bulan, yakni bulan Juli 2023 hingga bulan November 2023.

Informasi yang dilansir jurnalis Nawacitapost.com dari situs www.koranmemo.com sedikitnya ada 4 titik plesteran yang mengelupas pada proyek plengsengan saluran tersier P3-TGAI yang berlokasi di Dusun Sanggrahan, Desa Nglaban, Kecamatan Loceret, Nganjuk tersebut.

Tak hanya ada 4 titik plesteran yang mengelupas, namun badan plengsengan juga tampak retak, dan putus di ujung utara bangunan.

Menyikapi hal itu, Hamid Efendi pegiat LSM di Kabupaten Nganjuk angkat bicara. Menurutnya, ditilik dari kondisi bangunan, diduga menyalahi spesifikasi bangunan.

Menurut Hamid Efendi mengatakan bahwa, ditilik dari kondisi bangunan, diduga menyalahi spesifikasi bangunan.

"Adonan luluhnya diduga tidak sesuai standar bangunan. Padahal ini plengsengan, harusnya lebih kuat, sehingga jika dialiri air tidak ambrol," ujar Hamid, pada Selasa (14/11/2023) dikutip dari laman media www.koranmemo.com.

Hamid menduga bahwa, pelaksana proyek plengsengan P3-TGAI di Dusun Sanggrahan Desa Nglaban tersebut, disubkontrakkan kepada pihak ketiga, sehingga tidak mengutamakan kualitas bangunan.

"Jika benar proyek ini dikerjakan pihak lain, berarti telah menyalahi aturan. Padahal sejatinya proyek ini harus swakelola, kami akan melanjutkan investigasi untuk melengkapi data guna melaporkan pengerjaan proyek ini ke Aparat Penegak Hukum (APH)," tegasnya.

Ditempat yang sama para petani di sekitar bangunan plengsengan itu mengaku jika pekerja proyek bukan orang asli Desa Nglaban, namun dari luar daerah.

"Sekitar 4 bulan yang lalu pengerjaannya, dan tidak ada satu pun warga sini yang ikut kerja, sepertinya diborongkan," ucapnya singkat.

Sementara Sudarto, ST Kepala Desa Nglaban belum bisa dikonfirmasi terkait retaknya bangunan plengsengan P3-TGAI di Dusun Sanggrahan, dan ketika ditelepon via aplikasi WhatsApp berdering namun tidak bersedia mengangkat, dan di chat via aplikasi WhatsApp juga belum dibaca.(Skr/Sin)

Sumber: Koran Memo

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini