"Namun tadi ada saran, yang mana kami akan kembali membangun Bendungan di Kedungwarak, dan itu sudah masuk dalam master plan di Kementerian PU," ungkap pria yang akrab disapa Dody.
Baca Juga: Dukung Pelestarian Aset Pusaka, Bupati Siak Raih Penghargaan dari Menteri PUPR
Dody menambahkan, bahwa saat ini untuk sementara dalam mengairi area sawah mereka dengan cara pompanisasi.
"Ini solusi sementara, namun solusi besarnya dan berkelanjutan adalah membangun Bendungan Kedungwarak," imbuh Dody.
Dody juga menyampaikan bahwa dirinya sebelum datang ke Bendungan Semantok, sempat mendatangi jembatan lama yang berlokasi di Kecamatan Kertosono, Nganjuk pada Kamis (21/11/2024).
"Perintah Pak Bupati itu suruh beresin, ya diberesin, artinya dibangun lagi," ujarnya.
Di tempat yang sama Ketua induk Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Nyono ketika diwawancarai mengatakan, bahwa Bendungan Semantok sudah bermanfaat bagi warga Kabupaten Nganjuk yang ada di bagian utara khususnya para petani yang sudah mendapat aliran air dari Bendungan tersebut.
"Selain itu Bendungan Semantok ini juga sudah mengurangi bencana banjir, yang sebelumnya beberapa tahun sebelumnya selalu melanda beberapa desa yang ada di Kecamatan Rejoso," katanya.
Lanjut Nyono, saat ini yang sudah mendapatkan aliran air dari Bendungan Semantok sekitar kurang lebih 1.906 hektar dan sudah bisa tanam padi hingga tiga kali.
Baca Juga: Bendungan Semantok Dinilai Kurang Manfaat, Ini Catatan Refleksi Bupati Lira
"Sebelum ada Bendungan Semantok, petani yang ada disini hanya bisa menanam padi dua kali saja dalam satu tahun, untuk sekarang sudah bisa tiga kali," ujarnya.
Lebih lanjut Nyono berkata, bahwa waduk bening tersebut saat ini sudah tidak balance atau tidak seimbang.
"Area baku dengan area waduk tidak balance alias tidak mampu," ucap Nyono.