NAWACITAPOST - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah meminta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk alias BTN dan bank-bank lainnya untuk menurunkan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non-subsidi. Permintaan ini disampaikan oleh Basuki saat menghadiri acara 74th BTN Anniversary Festival 2024 dan peluncuran logo baru BTN.
Dalam acara tersebut, Basuki mengharapkan bahwa perubahan logo BTN juga akan diikuti dengan sesuatu yang berdampak langsung kepada masyarakat, yaitu penurunan bunga KPR non-subsidi.
""Saya mengharapkan betul BTN dan bank-bank lain juga kalau bisa ke depan, bunga KPR non subsidi harus bisa diturunkan! Kalau nggak diturunkan omong kosong itu perubahan (logo) BTN," kata Basuki, dikutip Senin (4/3/2024).
Baca Juga: Ganjar-Mahfud Unggul di 12 Wilayah, KPU Sahkan Rekapitulasi Suara di 32 PPLN
Sebagai informasi, BTN baru saja meluncurkan logo baru yang mengalami beberapa perubahan dari logo sebelumnya. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah huruf "BTN" yang tadinya kapital, kini menjadi huruf kecil.
Basuki menyebutkan bahwa perubahan ini mencerminkan upaya BTN untuk menjadi bank yang lebih terbuka dan memasyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir juga memberikan harapan bahwa BTN dapat menjadi solusi untuk kebutuhan perumahan anak muda di masa depan. Erick Thohir menyebutkan bahwa saat ini kebutuhan backlog atau kurang pasok perumahan di Indonesia mencapai 12,7 juta rumah.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Raih Suara Terbanyak di 10 Wilayah Pemilu Luar Negeri
"800.000 rumah itu tidak cukup hari ini. Sekarang kebutuhan backlog hari ini sudah 12,7 juta (rumah)," kata Erick Thohir.
Kehadiran BTN diharapkan dapat menjadi solusi untuk kebutuhan perumahan anak muda ke depan. Erick Thohir juga menekankan bahwa pembiayaan 1-1,5 juta rumah ke depan harus menjadi terobosan.
Dilihat dari kinerja BTN yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi aset maupun penurunan kredit bermasalah, Erick Thohir yakin bahwa BTN mampu mencapai target tersebut.
Baca Juga: Fahri Hamzah: Ambang Batas Pencalonan Presiden dan Parlemen Harus Dihapus
Adapun laba BTN pada 2019 hanya sebesar Rp200 miliar. Laba itu meningkat tajam pada 2023 hingga mencapai Rp3,5 triliun.
"Tantangan tadi perjuangan, 12,7 juta rumah adalah angka yang harus kita lakukan terus," kata Erick.
Artikel Terkait
Dukung Pembangunan IKN, Imigrasi Balikpapan Hadiri Pertemuan Bersama Badan Bank Tanah
Mensos Serahkan 11 Bantuan Rumah Layak Huni Tahan Gempa di Aceh Timur
Kementerian PUPR Alokasikan Rp13,72 Triliun untuk Program Rumah FLPP
Sangat Cantik! Indahnya Wisata Taman Bunga Nusantara di Cianjur, Bisa Lihat Berbagai Macam Bunga Dari Berbagai Negara
Alasan Pertamina Pertahankan Harga BBM Non-subsidi