nasional

Kecelakaan Helikopter TNI AD Saat Pemadaman Karhutla, Tiga Prajurit Gugur

Kamis, 5 November 2026 | 19:10 WIB
Tiga prajurit yang gugur dalam insiden helikopter TNI AD jatuh saat pemadaman karhutla. (Instagram.com/@lanumad_ahmad_yani)

NAWACITAPOST.COM — Kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD) saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menelan korban jiwa.

Hingga Kamis (5/11/2026), tiga prajurit TNI AD dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

Helikopter tersebut mengalami kecelakaan pada Rabu (4/11/2026) ketika menjalankan operasi pemadaman karhutla menggunakan metode water bombing. Saat kejadian, pesawat membawa delapan orang kru yang tengah bertugas memadamkan kebakaran di kawasan tersebut.

Baca Juga: Nakhoda Baru Fiskal, Berikut Jejak Panjang Sudarto Mengawal Anggaran di Bawah Suahasil Nazara

Jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, satu prajurit telah dikonfirmasi meninggal dunia saat proses evakuasi berlangsung.

Kementerian Kehutanan menyampaikan belasungkawa atas gugurnya ketiga prajurit tersebut melalui unggahan di akun media sosial @kemenhut pada Kamis (5/11/2026).

“Kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

“Pengabdian dan jasa pahlawan yang gugur bertugas akan senantiasa dikenang,” imbuhnya.

Baca Juga: Pasca-Penetapan Tersangka Pati Polri dan Isu Penyadapan Presiden, Sugiono Desak Penegakan Hukum Tegas

Adapun tiga prajurit TNI AD yang meninggal dunia dalam insiden tersebut adalah Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo.

 

Kronologi Helikopter TNI AD Jatuh Saat Water Bombing

Berdasarkan keterangan resmi TNI AD, helikopter Mi-17V5 tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang.

Penerbangan itu merupakan bagian dari misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.

Namun, sekitar pukul 11.18 WIB, helikopter mengalami kecelakaan saat melakukan pengambilan air untuk operasi water bombing di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

Baca Juga: Letjen Ariyo Windutomo Diserahi Tongkat Komando Plt KSP di Tengah Pusaran Krisis Istana

Halaman:

Tags

Terkini