nasional

DLH Kota Bekasi Evakuasi Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Beri Apresiasi.

Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:02 WIB

 

NAWACITAPOST.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengerahkan Tim Katak Orange untuk menanggulangi fenomena kematian massal ikan sapu-sapu di sepanjang aliran Kali Bekasi. Langkah cepat ini diambil guna merespons laporan warga pada Kamis (15/10/2026) mengenai bau menyengat dari bangkai ikan yang mengganggu kenyamanan publik.

Pembersihan dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026) dengan menyusuri aliran sungai, berfokus di area Jembatan Kemang Pratama yang menjadi titik penumpukan utama. Mengandalkan dua unit kapal listrik Sea Hamster, petugas menjaring dan mengangkut hingga 700 kilogram bangkai ikan pada hari pertama operasi.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menegaskan bahwa penanganan lapangan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap kesehatan lingkungan dan masyarakat. Selain pembersihan, pihaknya juga tengah mendalami pencetus utama fenomena fenomena kematian massal tersebut melalui koordinasi inter-instansi dan uji sampel.

“DLH Kota Bekasi langsung bergerak mengatasi penumpukan bangkai ikan di Kali Bekasi demi meminimalkan dampak buruk bagi warga serta menjaga kebersihan ekosistem sungai. Mengenai pemicu pasti kematian ikan-ikan tersebut, kami masih melakukan investigasi dan menantikan hasil pengujian laboratorium agar tindakan yang diambil berlandaskan data yang valid serta berdasar hukum,” jelas Kiswatiningsih.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, yang ikut memantau penyisiran di Kali Bekasi, menyampaikan apresiasinya atas tindakan sigap dari Pemkot Bekasi.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Tim DLH Kota Bekasi yang sigap menangani temuan fenomena ikan sapu-sapu mati massal di Kali Bekasi,” kata Puarman.

Dalam teknis pelaksanaannya, DLH Kota Bekasi juga berdiskusi dengan pegiat lingkungan spesialis ikan sapu-sapu, Arief Kamarudin, untuk memastikan metode pengelolaan bangkai ikan dilakukan dengan tepat.

Saat ini, DLH Kota Bekasi tetap memantau secara intensif kualitas lingkungan sungai sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang akan dijadikan pijakan untuk menentukan langkah hukum dan teknis selanjutnya.

Di akhir keterangannya, Kiswatiningsih mengajak warga untuk aktif menjaga kelestarian sungai dengan segera melaporkan setiap potensi pencemaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bahu-membahu merawat Kali Bekasi. Jika melihat tanda-tanda pencemaran atau kelainan lingkungan, mohon segera laporkan kepada pihak berwenang. Upaya pelestarian sungai memerlukan peran aktif kita bersama,” pungkasnya.

Melalui perpaduan aksi cepat di lapangan, pengawasan rutin, serta kolaborasi bersama KP2C dan pemangku kepentingan lainnya, DLH Kota Bekasi berkomitmen penuh menjaga keberlanjutan dan kebersihan ekosistem Kali Bekasi.

Sumber: Pemerintah Kota Bekasi

Tags

Terkini