NAWACITAPOST.COM — Gelombang kritik pedas dan kemarahan publik yang menyelimuti Kota Palembang menyusul pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhirnya direspons langsung oleh jajaran pemerintah kota.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf serta mengakui kekeliruannya dalam memilih diksi saat menanggapi krisis lingkungan yang tengah mencekik kesehatan warganya.
Kekecewaan masyarakat mencuat setelah potongan video wawancara Ratu Dewa viral di berbagai platform media sosial. Saat ditemui wartawan di Griya Agung Palembang pada Senin (5/10/2026), Ratu Dewa sempat ditanya mengenai dampak kabut asap terhadap kondisi pernapasan pribadinya.
“Kalau saya sebenarnya sampai sekarang tidak ya, karena mungkin saya enjoy-enjoy saja, terus aktivitas olahraga masih rutin. Tapi banyak yang mengeluh ke saya begitu,” ucap Dewa kala itu.
Pernyataan "enjoy" tersebut memicu kontroversi luas di tengah penderitaan warga yang berjuang melawan kepungan asap pekat.
Merespons eskalasi polemik yang kian membesar, Ratu Dewa mengunggah klarifikasi resmi dan permohonan maaf mendalam melalui akun Instagram pribadinya, @ratudewa, pada Rabu (7/10/2026).
“Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf dengan warga yang terdampak karhutla baik yang ada di dalam Kota Palembang maupun dampak dari luar yang menyebabkan asap terus menerus,” tulis Dewa dalam keterangannya.
Guna meredam persepsi negatif yang menilai dirinya tak berempati, Ratu Dewa menegaskan bahwa penggunaan kata tersebut berawal dari upayanya untuk tampil tenang sebagai seorang kepala daerah di tengah situasi darurat.
Namun, ia menyadari sepenuhnya bahwa penyampaian tersebut melukai perasaan publik.
“Pertama, saya minta maaf kepada masyarakat Kota Palembang kalau ucapan saya soal ‘enjoy’ kemarin menyinggung atau membuat masyarakat merasa saya tidak peduli. Saya paham kondisi sekarang tidak mudah,” ungkap Dewa.
Ia menambahkan, “Kabut asap ini berdampak ke masyarakat, terutama kesehatan anak-anak dan warga kita. Jadi, tidak ada maksud saya untuk mengatakan bahwa saya senang atau menikmati kondisi seperti ini. Sama sekali tidak.”
Baca Juga: Kilas Balik Sejarah Finansial ASEAN: Vietnam Resmi Naik Kelas Sejajarkan Diri dengan Indonesia
Lebih jauh, Ratu Dewa membeberkan alasan di balik sikap yang berusaha digambarkannya saat diwawancarai.
“Yang saya maksud, dalam menghadapi situasi seperti ini, seorang pemimpin harus tetap tenang, jangan ikut panik, supaya bisa berpikir dan mengambil keputusan dengan baik,” tambahnya.
Meski demikian, Ratu Dewa tidak menampik kekhilafannya dalam merangkai kata hingga memicu gelombang penolakan di tengah masyarakat yang tengah terpapar ancaman ISPA dan gangguan aktivitas harian.
“Tapi saya akui, mungkin pilihan kata saya kurang tepat. Untuk itu saya mohon maaf. Yang jelas, saya tetap peduli dan kami di Pemerintah Kota Palembang akan terus bekerja untuk menangani persoalan ini dan melindungi masyarakat,” tegasnya.
Dalam pernyataan tertulis yang sama, Ratu Dewa memastikan bahwa Pemerintah Kota Palembang tidak tinggal diam menghadapi musibah asap yang kian pekat. Berbagai langkah mitigasi dan penanggulangan darurat diklaim terus berjalan secara masif di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang telah dikerahkan secara maksimal setiap hari dengan status siaga penuh (standby) untuk memadamkan setiap titik api yang bermunculan.
Selain penanganan kebakaran di gardu depan, sektor kesehatan warga juga menjadi prioritas.
Ratu Dewa menjelaskan bahwa jajaran tim kesehatan telah diterjunkan untuk melakukan aksi "jemput bola", mendirikan posko-posko penanganan medis darurat, serta gencar memberikan edukasi dan membagikan masker kepada warga terdampak guna meminimalisasi risiko gangguan pernapasan.