Rabu, 7 Oktober 2026

Gempa M5,2 Guncang Lombok Barat, Getaran Kuat Terasa Hingga Pulau Bali

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:56 WIB
Ilustrasi gempa bumi yang terjadi di Lombok menurut laporan BMKG pada Rabu, 7 Oktober 2026. (Freepik)
Ilustrasi gempa bumi yang terjadi di Lombok menurut laporan BMKG pada Rabu, 7 Oktober 2026. (Freepik)

NAWACITAPOST.COM  — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/10/2026) dini hari. Guncangan yang terjadi di tengah lelapnya malam tersebut terasa cukup kuat hingga meluas ke Pulau Bali.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 03.15.26 WIB atau 04.15 WITA. Episentrum gempa awal berada di darat, sekitar 9 kilometer tenggara Lombok Barat, pada kedalaman 92 kilometer dengan koordinat 8,77 derajat Lintang Selatan dan 116,14 derajat Bujur Timur.

Guncangan paling kuat dirasakan di Kota Mataram dengan intensitas IV-V MMI. Selain itu, getaran juga meluas hingga Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Kuta, hingga Denpasar.
 

Kuatnya getaran mengagetkan sejumlah warga di Bali yang menyuarakan kepanikan mereka melalui media sosial Threads.

“Gempanya di Lombok, kerasa sampai Bali,” ujar akun @yohan***** pada Rabu (7/10/2026).

Senada dengan hal tersebut, akun @mxhlde***** juga mengaku merasakan guncangan yang cukup kuat di kawasan Seminyak, Bali.

“Halo Guys aku di daerah seminyak Bali barusan gempa nya kerasa banget,” tulisnya.

Berdasarkan analisis teknis BMKG, gempa dipicu oleh deformasi batuan di dalam Lempeng Indo-Australia pada zona subduksi dengan mekanisme pergerakan turun.
 

Hasil pemutakhiran parameter mencatat magnitudo gempa menjadi M5,0 pada kedalaman 82 kilometer, dengan episentrum berjarak 14 kilometer tenggara Lombok Barat. BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hingga pukul 04.45 WITA, BMKG telah mencatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo 1,3. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mewaspadai potensi gempa susulan, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta hanya memantau informasi resmi dari BMKG.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini