Selasa, 6 Oktober 2026

Rombak Elite TNI di HUT Ke-81: Dari ‘Parkir’ Ring Satu Jokowi hingga Fenomena Kopassus-isasi

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:54 WIB
Foto: Doktor Selamat Ginting saat menjadi narasumber dalam podcast Madilog Forum Keadilan TV. (Istimewa)
Foto: Doktor Selamat Ginting saat menjadi narasumber dalam podcast Madilog Forum Keadilan TV. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Rotasi besar-besaran terhadap sejumlah perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam momentum peringatan HUT ke-81 TNI memantik sorotan tajam dari analis politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting.

Selamat menilai pergeseran sejumlah posisi strategis di tubuh angkatan bersenjata tersebut tidak dapat dipandang sekadar sebagai mutasi rutin.
 
Ia membaca adanya dinamika taktis berupa proses regenerasi serta Perombakan fundamental pada komposisi elite TNI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
 

Dalam diskusi mendalam di kanal YouTube Forum Keadilan TV yang tayang Selasa, 6 Oktober 2026, Selamat secara gamblang menguraikan pergerakan posisi para perwira yang menurut penelusurannya memiliki irisan kuat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Publik akan melihat untuk sementara orang yang pernah menjadi bagian dari inner circle Presiden Jokowi diparkir dulu,” ujar Selamat.

Secara khusus, Selamat menyoroti pergantian kepemimpinan di tingkat Komando Daerah Militer (Kodam), termasuk posisi vital seperti Pangdam Brawijaya dan Pangdam Diponegoro.
 
Ia menekankan bahwa pergeseran di wilayah-wilayah strategis tersebut merupakan indikasi transisi struktural yang tengah berlangsung.

“Ini bukan sekedar mutasi biasa. Ini adalah pembukaan lapisan baru di dalam elit TNI,” katanya.
 

Perubahan lanskap kepemimpinan ini, lanjut Selamat, berkelindan erat dengan instruksi dan pesan tertulis Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki agar sistem promosi jabatan di lingkungan TNI lebih mengedepankan prestasi individual serta meritokrasi dibandingkan sekadar senioritas angkatan.
 
Prinsip ini dinilai menjadi sinyal kuat terjadinya percepatan regenerasi di tubuh militer.

Tak kalah menarik, Selamat turut membedah latar belakang para Pangdam baru yang didominasi oleh perwira berlatar belakang Korps Pasukan Khusus (Kopassus).
 
Ia melabeli fenomena ini sebagai langkah “Kopassus-isasi” dalam desain besar arsitektur kepemimpinan TNI ke depan.

Meski demikian, Selamat tidak secara langsung menyatakan bahwa seluruh gelombang rotasi ini merupakan kebijakan sistematis untuk menyingkirkan kelompok tertentu.
 
 
Penilaiannya mengenai para perwira yang memiliki irisan dengan Jokowi murni merupakan hasil analisis terhadap pergerakan dan dinamika elite TNI.

Secara keseluruhan, Selamat menyimpulkan bahwa pergerakan ini memperlihatkan cengkeraman konsolidasi Presiden Prabowo Subianto yang mulai membentuk komposisi kepemimpinan TNI agar selaras dengan visi strategis pemerintahannya, dengan menitikberatkan prestasi dan rekam jejak sebagai tolok ukur utama promosi jabatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini