NAWACITAPOST.COM — Turunnya harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) makin menjauhkan investasi PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dari titik balik modal.
Terhitung di atas kertas, nilai investasi anak usaha BUMN tersebut menyusut drastis hingga mencapai Rp5,69 triliun atau setara 88,89 persen.
Berdasarkan data TradingView pada perdagangan Senin (5/10/2026), saham GOTO parkir di level Rp30 per saham. Angka tersebut menjadi dasar perhitungan nilai pasar terkini dari portofolio saham milik operator seluler terbesar di Indonesia itu.
Mengacu data per 31 Agustus 2026, Telkomsel menggenggam sekitar 23,72 miliar saham GOTO dengan harga konversi awal sekitar Rp270 per saham.
Dengan asumsi kepemilikan belum berubah, nilai pasar saham GOTO milik Telkomsel pada harga Rp30 saat ini diperkirakan tinggal Rp711,6 miliar.
Jumlah itu berbanding terbalik dengan nilai awal investasi yang mencapai Rp6,40 triliun. Hal tersebut menandakan terjadinya penurunan nilai yang sangat fantastis di atas kertas.
Turun Hampir 89 Persen, Pemulihannya Membutuhkan 800 Persen
Secara matematis, dari harga perolehan Rp270 menuju Rp30, saham GOTO telah menguap sebesar Rp240 atau turun 88,89 persen.
Namun, untuk kembali dari Rp30 menuju Rp270, tambahan Rp240 tersebut setara dengan lonjakan harga hingga 800 persen.
Saham GOTO membutuhkan penguatan hingga sembilan kali lipat dari posisi Rp30 agar modal awal Telkomsel dapat kembali sepenuhnya.
Bahkan jika harga saham GOTO bangkit dan melesat 100 persen ke level Rp60, nilainya masih berada sekitar 77,78 persen di bawah harga acuan Rp270. Kenaikan dua kali lipat dari posisi terendah ini dinilai belum cukup untuk menutup jurang penurunan yang sangat dalam.
Kembali ke Gocap Pun Belum Cukup
Apabila harga saham GOTO melompat kembali ke level gocap atau Rp50 per saham, harga saham memang melonjak 66,67 persen dari titik Rp30. Namun, kenaikan ini masih menyisakan jurang pemulihan yang sangat lebar.
Pada posisi Rp50, kepemilikan 23,72 miliar saham milik Telkomsel hanya bernilai sekitar Rp1,19 triliun. Angka ini masih terpaut jauh atau Rp5,22 triliun lebih rendah dibandingkan modal awal investasi.
Dari posisi Rp50 tersebut, GOTO bahkan masih memerlukan reli lanjutan sebesar 440 persen untuk menyentuh harga perolehan awal.
Telkomsel Menekankan Manfaat Strategis
Menanggapi dinamika pasar modal ini, manajemen Telkomsel menegaskan bahwa penempatan dana di GOTO dirancang sebagai kemitraan jangka panjang yang berfokus pada manfaat sinergi bisnis secara berkelanjutan.
“Pergerakan saham GOTO mencerminkan dinamika pasar dan tidak merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, dalam Public Expose Live pada 7 September 2026.
Adapun kalkulasi penyusutan Rp5,69 triliun ini murni merupakan perbandingan nilai saham pada posisi harga Rp30 terhadap harga perolehannya.
Estimasi tersebut belum memperhitungkan manfaat komersial dari hasil kerja sama bisnis, penerimaan bentuk lain, maupun biaya transaksi secara menyeluruh.
Artikel Terkait
Pimpin GTDI Kepri, Pendeta Suarman Lase Tegaskan Pelayanan Bukan Panggung Pribadi
Innalillahi, Peserta Audax Jogja Meninggal Dunia Saat Ikuti Bersepeda Jarak Jauh
Duel Sengit di GBK: Timnas Indonesia vs Thailand Jumpa di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Pesta Gol di UEFA Nations League: Inggris Bantai Kroasia 7-0, Spanyol Tundukkan Ceko 3-1
Update Mutasi Polri: Jenderal Suyudi Pimpin Sertijab Strategis dan Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi