Minggu, 4 Oktober 2026

Pendeta Suarman Lase Terpilih Aklamasi Nakhodai GTDI Kepulauan Riau Periode 2026–2030

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:16 WIB
Jajaran pengurus pusat dan daerah mengabadikan momen usai pentahbisan Pdt. Suarman Lase, M.Pd. sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau periode 2026–2030 di Hotel Golden Bay, Batam, Sabtu (3/10/2026) (Bazo Nawacita)
Jajaran pengurus pusat dan daerah mengabadikan momen usai pentahbisan Pdt. Suarman Lase, M.Pd. sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau periode 2026–2030 di Hotel Golden Bay, Batam, Sabtu (3/10/2026) (Bazo Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — Musyawarah Wilayah (Muswil) Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI) Kepulauan Riau sukses digelar di Hotel Golden Bay, Batam, pada Sabtu (3/10/2026).
 
Dalam persidangan yang berlangsung khidmat dan penuh dinamika organisasi tersebut, Pendeta Suarman Lase, M.Pd. secara resmi ditetapkan dan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau untuk masa bakti 2026–2030.

Maju sebagai calon tunggal dalam ajang penentuan arah pelayanan GTDI tingkat provinsi ini, proses pemilihan Pendeta Suarman berjalan melaju cepat tanpa hambatan.
 
 
Usai penetapan hasil persidangan, acara langsung dilanjutkan dengan prosesi pentahbisan yang dipimpin langsung oleh Ketua Nasional GTDI, Bishop Dody Togatorop, S.Th., S.H., M.A.I.E., di hadapan puluhan perwakilan pelayan jemaat dan pengurus yang hadir.

Kehadiran sosok Pendeta Suarman di tampuk kepemimpinan tertinggi wilayah dinilai membawa angin segar serta semangat baru bagi perjalanan organisasi.
 
Kendati rekam jejak kepelayanan dan kiprah kesehariannya terbilang jarang terekspos di media sosial, jam terbang serta pengalaman panjangnya di berbagai organisasi keagamaan maupun kemasyarakatan menjadi bukti kuat atas kapasitas kepemimpinannya untuk menakhodai bahtera GTDI ke depan.

Dalam sesi wawancara singkat seusai pentahbisan, Pendeta Suarman menegaskan bahwa kepemimpinannya merupakan bentuk keberlanjutan dari fondasi kokoh yang telah diletakkan oleh para pendahulu, termasuk kepemimpinan mantan ketua periode sebelumnya, Pendeta Dr. Ir. Yasozatulo Larosa, M.A.I.E., M.Pd.K. Secara lugas, ia mematahkan anggapan bahwa tampuk kepemimpinan pelayanan ini adalah sarana untuk mencari popularitas semata.
 

"Kepemimpinan ke depan bukanlah one-man show. Ini bukan soal jabatan atau panggung untuk mencari perhatian publik," tegas Pendeta Suarman dengan penuh keyakinan.

Landasan visi spiritual kepemimpinannya semakin dipertegas melalui pesan khotbah perdananya yang bertajuk "Kembali kepada Salib Kristus".
 
Dalam penyampaian firman tersebut, ia menggarisbawahi dua poin esensial yang wajib dihidupi oleh seluruh jajaran pengurus dan pelayan jemaat:

  1. Panggilan Rekonsiliasi: Mengajak seluruh pelayan jemaat untuk aktif menghadirkan kedamaian, merajut harmoni, dan menjaga kesatuan hati di tengah dinamika pelayanan.
  2. Esensi Pengorbanan: Menekankan bahwa hakikat pelayanan sejati berfokus sepenuhnya pada apa yang bisa dipersembahkan kepada Tuhan, bukan demi mengejar keuntungan atau kepentingan pribadi.

Baca Juga: Tarif Iuran BPJS Kesehatan Oktober 2026 Masih Stabil, Waspadai Bayang-Bayang Denda Pelayanan

Kiprah GTDI di tanah Bunda Tanah Melayu ini mencatatkan sejarah panjang. Sejak pertama kali dirintis di Batam pada tahun 2004 oleh almarhum Bishop Dr. Peringatan Zebua, M.A.I.E., GTDI kini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.
 
Bermula dari 1 gereja perintisan, organisasi ini telah bertransformasi hingga menaungi 21 gereja lokal. Puluhan gereja tersebut saat ini tersebar secara strategis di tiga kabupaten/kota di seluruh Kepulauan Riau, serta merambah satu gereja di wilayah Riau daratan.

Menyikapi laju pertumbuhan kuantitatif yang amat signifikan tersebut, Pendeta Suarman kembali mengingatkan seluruh jajaran kepengurusan dan para hamba Tuhan bahwa ekspansi fisik harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas spiritual pelayanan.
 
Tantangan besar ini, menurutnya, menjadi tugas pokok bagi para gembala sidang untuk terus membimbing dan membina jemaat menuju tingkat kedewasaan rohani yang semakin mendalam.(Bazo)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini