NAWACITAPOST.COM — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merilis pembaruan informasi resmi terkait pergeseran tampuk kepemimpinan dan rotasi jabatan berskala besar di era Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Sebanyak 27 pejabat utama Polri mengikuti rangkaian upacara pelantikan serta serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung secara khidmat dan dramatis di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026).
Upacara krusial yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tersebut mengonsolidasikan tiga agenda mendasar: serah terima jabatan, pelantikan pejabat baru, serta Korps Raport kenaikan pangkat bagi puluhan perwira tinggi (Pati).
Pergeseran struktur ini mempertegas langkah penyegaran organisasi secara menyeluruh di tubuh institusi kepolisian.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengonfirmasi bahwa penyesuaian data mutasi mencakup 27 posisi strategis.
Angka ini secara resmi memperbarui laporan awal yang sebelumnya mencatat 25 posisi. Dari total 27 posisi yang diserahterimakan, sejumlah jajaran eselon puncak di Mabes Polri resmi berganti nakhoda.
Rotasi posisi teras tersebut meliputi Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam), Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam), Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat), serta sejumlah pejabat utama lainnya.
Tak hanya di tingkat markas besar, arus mutasi juga menjangkau kepemimpinan wilayah dengan menetapkan perubahan pada 19 jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di berbagai penjuru Nusantara.
Di saat yang sama, panggung Rupattama menjadi saksi kenaikan tingkat bagi 23 Perwira Tinggi Polri melalui prosesi Korps Raport.
Jajaran perwira yang menyandang pangkat baru tersebut terdiri dari tujuh jenderal bintang tiga (Komjen), 14 jenderal bintang dua (Irjen), dan dua jenderal bintang satu (Brigjen).
Kendati demikian, dinamika rotasi ini diwarnai penundaan pada salah satu posisi paling vital.
Pelantikan Irjen Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya tidak dapat dilaksanakan bersamaan karena yang bersangkutan tengah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci.
Baca Juga: Kritik Kinerja Penanganan Karhutla Palembang, Warga Soroti Aksi Panggung Istri Gubernur Sumsel
Imbasnya, serah terima jabatan Kapolda Metro Jaya dari Komjen Asep Edi Suheri kepada Irjen Dadang Hartanto ditangguhkan sementara dan dijadwalkan ulang pada kesempatan berikutnya.
Secara formal, pergeseran besar-besaran ini berlandaskan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026.
Brigjen Trunoyudo menekankan bahwa gelombang rotasi ini merupakan bagian alamiah dari dinamika, penyegaran, dan penguatan kapasitas organisasi kepolisian.
Menutup rangkaian upacara, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan instruksi tegas kepada seluruh pejabat yang telah disumpah untuk segera bergerak cepat, beradaptasi dengan lingkungan baru, mengawal keberlanjutan program kerja, memperkokoh soliditas internal, serta mengoptimalkan kualitas pelayanan publik kepada seluruh lapisan masyarakat.
Artikel Terkait
Pengusaha Jalan Tol Dipanggil Presiden Prabowo Isi Jajaran Wantimpres 2026
Asap Mencekik Paru-Paru, Kabut Asap Pekat Karhutla Kian Kritis Selimuti Palembang
Gebrakan BMW F 450 R: Fitur Canggih Ini Bikin Moge Lain Waspada!
Menilik Wantimpres, Lembaga Penasihat Presiden RI yang Diisi 26 Tokoh
Menembus Kemacetan Tanpa Lelah: Deretan Motor Matic Paling Nyaman Buat Harian