Senin, 5 Oktober 2026

Viral Supplier Kirim 280 Kg Ayam ke SPPG Pakai Mobil Bak Terbuka, Chef Kumink: Bom Waktu!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 5 Oktober 2026 | 20:47 WIB
Viral video supplier ayam ke dapur SPPG yang mengabaikan aturan cold chain BGN. (Instagram.com/@hendry_kumink)
Viral video supplier ayam ke dapur SPPG yang mengabaikan aturan cold chain BGN. (Instagram.com/@hendry_kumink)

NAWACITAPOST.COM - Sebuah video viral yang memperlihatkan pengiriman 280 kilogram daging ayam ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendadak tular dan memicu kegemparan publik di media sosial.
 
Sorotan tajam pun datang dari koki profesional sekaligus influencer pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendry Kumink atau yang akrab disapa Chef Kumink.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Chef Kumink mengkritik keras prosedur pengangkutan bahan pangan tersebut yang dinilai mengabaikan standar keselamatan dan kebersihan.
 

“Dengan adanya VT itu seperti sedang membongkar kebobrokan suatu SPPG. Itu kalau ketahuan SPPG mana, habis itu,” ujar Chef Kumink dalam video yang diunggah di Instagram @hendry_kumink pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Ia menilai pemicu utama pelanggaran ini adalah minimnya edukasi serta pengawasan dari pihak pengelola fasilitas terhadap para penyedia bahan baku di lapangan.

“Dilihat dari supplier ini, ‘Day one’ artinya belum tahu regulasinya seperti apa, harus ngirimnya gimana, SOP segala macem enggak tahu. Namanya juga ‘Day one.’ Nah, yang harusnya memberi tahu adalah SPPG,” imbuhnya.

Chef Kumink menegaskan bahwa ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh pasokan sumber protein nabati maupun hewani diangkut dalam kondisi bersuhu dingin guna mencegah pembusukan.

“Harusnya beku, jadi dimasukin boks styrofoam atau boks yang ada es batunya dan mobilnya yang tertutup. Iya itu ditutup terpal sih tapi yaudah dan sama abangnya ditaruh di lantai,” sambungnya
 

Dalam rekaman yang beredar, muatan ratusan kilogram ayam tersebut hanya terbungkus kantong plastik dan diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka yang dilapisi terpal seadanya.
 
Situasi makin berisiko lantaran armada pengangkut sempat menerjang guyuran hujan selama proses pengiriman.

“Dari terang ketemu gelap, udah berapa jam tuh? Bayangin. Ini ayam misal 3 jam, itu udah berkembang bakteri banyak. Pasti ayamnya juga dicuci, kalau airnya kurang bagus, itu ada bakteri E.coli, tercemar, dan ini yang bisa bikin orang sakit perut,” jelasnya.

Ia menambahkan, ancaman kontaminasi silang pada rantai distribusi pangan yang buruk berpotensi memicu terbentuknya racun berbahaya yang tidak hilang meski bahan makanan telah melalui proses pemasakan.

“Itu bom waktu, bisa terjadi nanti. Gimana caranya tidak meledak? Ya harusnya makanan itu dijaga di rantai dingin, cold chain di bawah 5 derajat Celcius dari distribusi sampai mau di pengolahan nanti,” pungkasnya.
 

Hingga saat ini, identitas maupun lokasi pasti dari SPPG yang menerima pengiriman bahan baku tersebut masih belum diketahui dan terus menjadi perbincangan hangat netizen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini