NAWACITAPOST.COM - Sebuah video viral yang memperlihatkan pengiriman 280 kilogram daging ayam ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendadak tular dan memicu kegemparan publik di media sosial.
Sorotan tajam pun datang dari koki profesional sekaligus influencer pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendry Kumink atau yang akrab disapa Chef Kumink.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Chef Kumink mengkritik keras prosedur pengangkutan bahan pangan tersebut yang dinilai mengabaikan standar keselamatan dan kebersihan.
“Dengan adanya VT itu seperti sedang membongkar kebobrokan suatu SPPG. Itu kalau ketahuan SPPG mana, habis itu,” ujar Chef Kumink dalam video yang diunggah di Instagram @hendry_kumink pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia menilai pemicu utama pelanggaran ini adalah minimnya edukasi serta pengawasan dari pihak pengelola fasilitas terhadap para penyedia bahan baku di lapangan.
“Dilihat dari supplier ini, ‘Day one’ artinya belum tahu regulasinya seperti apa, harus ngirimnya gimana, SOP segala macem enggak tahu. Namanya juga ‘Day one.’ Nah, yang harusnya memberi tahu adalah SPPG,” imbuhnya.
Chef Kumink menegaskan bahwa ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh pasokan sumber protein nabati maupun hewani diangkut dalam kondisi bersuhu dingin guna mencegah pembusukan.
“Harusnya beku, jadi dimasukin boks styrofoam atau boks yang ada es batunya dan mobilnya yang tertutup. Iya itu ditutup terpal sih tapi yaudah dan sama abangnya ditaruh di lantai,” sambungnya
Dalam rekaman yang beredar, muatan ratusan kilogram ayam tersebut hanya terbungkus kantong plastik dan diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka yang dilapisi terpal seadanya.
Situasi makin berisiko lantaran armada pengangkut sempat menerjang guyuran hujan selama proses pengiriman.
“Dari terang ketemu gelap, udah berapa jam tuh? Bayangin. Ini ayam misal 3 jam, itu udah berkembang bakteri banyak. Pasti ayamnya juga dicuci, kalau airnya kurang bagus, itu ada bakteri E.coli, tercemar, dan ini yang bisa bikin orang sakit perut,” jelasnya.
Ia menambahkan, ancaman kontaminasi silang pada rantai distribusi pangan yang buruk berpotensi memicu terbentuknya racun berbahaya yang tidak hilang meski bahan makanan telah melalui proses pemasakan.
“Itu bom waktu, bisa terjadi nanti. Gimana caranya tidak meledak? Ya harusnya makanan itu dijaga di rantai dingin, cold chain di bawah 5 derajat Celcius dari distribusi sampai mau di pengolahan nanti,” pungkasnya.
Baca Juga: Baru Dua Hari Jabat Kapolri, Suyudi Tarik 8 Perwira BNN Tancap Gas Perkuat Benteng Internal
Hingga saat ini, identitas maupun lokasi pasti dari SPPG yang menerima pengiriman bahan baku tersebut masih belum diketahui dan terus menjadi perbincangan hangat netizen.
Artikel Terkait
Depresiasi Tajam, Honda EM1 e Rp40 Jutaan Cuma Lari 45 Km/Jam Solusi atau Blunder?
Gebrakan Perdana Kapolri Suyudi Ario Seto, 19 Kapolda Langsung Perombakan Total
Beli Rp800 Juta, Jual Bekas Sisa Rp400 Jutaan: Nestapa Penikmat Awal Hyundai Ioniq 5
Sekolah Rakyat Tanah Datar Ditargetkan Rampung 2027, Mega Proyek Pendidikan Dimulai
Intip Gaji Wantimpres: Pasukan Pembisik Presiden Prabowo Kantongi Puluhan Juta Tiap Bulan