nasional

Mencetak Sejarah, Menteri Keuangan Suahasil Nazara Pimpin Anggaran Rp4.097 Triliun

Senin, 28 September 2026 | 11:09 WIB
Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Postur anggaran negara mencatatkan rekor baru dalam sejarah fiskal Tanah Air.
 
Belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 diproyeksikan menembus angka fantastis Rp4.097,2 triliun, menandai pertama kalinya belanja negara Indonesia melampaui ambang batas Rp4.000 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa lonjakan anggaran tersebut bukan sekadar angka nominal di atas kertas, melainkan sebuah amanah besar yang menuntut pertanggungjawaban nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
 
Baca Juga: Revolusi Layanan Kesehatan: Pemprov Jabar dan Kemenkes Reformasi Sistem Rujukan Pasien

"Belanja Negara RAPBN 2027 Tembus Rp4.000 Triliun, Suahasil: Pertama Kali dalam Sejarah Indonesia," ungkap Menkeu Suahasil menekankan pentingnya skala belanja negara yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah fiskal Tanah Air.

Dari total alokasi belanja megah tersebut, Pemerintah Pusat menyerap porsi terbesar melalui Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp3.362,2 triliun, sedangkan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) ditetapkan mencapai Rp735 triliun.
 
Postur anggaran ini mencatatkan pertumbuhan sekitar 3,9 persen jika dibandingkan dengan outlook tahun 2026.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, postur belanja yang sangat megah ini dirancang secara terukur untuk membiayai berbagai sektor prioritas nasional.
 
Baca Juga: Momen HJKB 216: Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Akselerasi Transportasi Publik Cekungan Bandung
 
Fokus utama pengalokasian dana diarahkan pada akselerasi kualitas sumber daya manusia (SDM), mencakup sektor pendidikan, kesehatan, peningkatan produktivitas, hingga penguatan jaring perlindungan sosial.

Daya dorong APBN 2027 tersebut juga disalurkan untuk memperkuat ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, hilirisasi industri, infrastruktur dan perumahan, penguatan ekonomi kerakyatan dan desa, hingga program percepatan penurunan angka kemiskinan.

Di sisi penopang, RAPBN 2027 menargetkan pendapatan negara mencapai Rp3.426 triliun. Besarnya postur belanja tersebut memicu celah defisit anggaran sebesar Rp671,2 triliun atau setara 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)—sebuah angka yang dinilai tetap terjaga dalam batas aman dan berkelanjutan.

Pemerintah menegaskan bahwa besarnya skala anggaran harus diimbangi dengan efisiensi dan kualitas eksekusi yang ketat.
 
Kunci utama keberhasilan APBN 2027 bukan hanya terletak pada besarnya dana yang dialokasikan, melainkan pada sejauh mana setiap rupiah yang dibelanjakan mampu menggerakkan roda ekonomi dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik di seluruh pelosok negeri.

Tags

Terkini