NAWACITAPOST.COM — Di tengah gelombang ketidakpastian perekonomian global yang kian bergejolak dan mengancam stabilitas finansial dunia, Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara menegaskan komitmen pantang menyerah pemerintah untuk membentengi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 agar tetap tangguh, responsif, dan kokoh.
Kebijakan fiskal pada periode krusial tersebut dirancang secara berani dan ekspansif demi menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional, tanpa sedikit pun mengorbankan disiplin serta kredibilitas anggaran negara.
Langkah strategis yang digagas oleh Menkeu Suahasil Nazara ini menjadi tumpuan utama pemerintah dalam membentengi kesejahteraan masyarakat luas sekaligus mendorong ekspansi ekonomi berkelanjutan.
Di hadapan para pembuat kebijakan di Parlemen, instrumen keuangan negara dipastikan akan terus difungsikan secara optimal sebagai penahan guncangan (shock absorber) andalan untuk meredam potensi ancaman krisis eksternal yang sewaktu-waktu dapat menerjang ketahanan domestik.
“Kebijakan fiskal 2027 tetap dirancang untuk bersifat ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur. APBN akan terus menumbuhkan, APBN akan terus melindungi, dan APBN akan tetap kita upayakan untuk kredibel,” ujar Suahasil dalam Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kamis (24/9/2026).
Pernyataan lugas dari orang nomor satu di Kementerian Keuangan tersebut menyemburkan sinyal kuat dan optimistis bagi pasar finansial serta para pelaku usaha.
Menkeu Suahasil Nazara memastikan bahwa Indonesia tidak akan mengambil langkah defensif yang pasif dalam menghadapi volatilitas global.
Sebaliknya, pendekatan fiskal yang ekspansif namun terukur akan secara agresif diarahkan untuk membiayai berbagai program prioritas nasional, memperkuat jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan, serta mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis di seluruh penjuru pelosok negeri.
Melalui sinergi kolaboratif lintas sektor yang solid, pengelolaan APBN 2027 di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara diproyeksikan mampu menjadi perisai utama dalam menjaga ketahanan ekonomi domestik, memperluas penyerapan lapangan kerja, dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga kokoh di tengah dinamika pasar global yang tak menentu.
Artikel Terkait
Gara-Gara Aduan Online, DLH Kota Bekasi Uji Sampel Air Sungai Kali Abang
Sapu Bersih Penghargaan Jawa Barat, DPPKB Kota Bekasi Raih Lima Prestasi Gemilang
Misteri Jasad Mr.X Pulau Enggano Terkuak, Korban Tragedi Erupsi Krakatau Teridentifikasi
Viral Oknum TNI Bersitegang dengan Kasatpol PP Samarinda Saat Penertiban Miras
Ombudsman Sidak Lapas Cibinong: Temukan Rumah Mewah Narapidana Hingga Deretan Alphard