NAWACITAPOST.COM — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempertegas taringnya dalam menjaga benteng perbatasan negara dari ancaman bahaya narkotika jaringan internasional.
Bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan instansi terkait, Bea Cukai sukses mengamankan ribuan liter hingga puluhan kilogram barang haram yang kini resmi dimusnahkan.
Langkah tegas ini menjadi bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam membendung gempuran modus penyelundupan yang kian canggih dan masif di jalur perbatasan Indonesia.
Plt. Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Erwin Situmorang, menegaskan pentingnya aksi pemusnahan ini sebagai bentuk akuntabilitas penegakan hukum demi melindungi masyarakat.
“Melengkapi apa yang telah disampaikan oleh Kepala BNN, kami dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pemusnahan barang bukti narkotika pada hari ini,” ujarnya dalam konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika oleh BNN di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Erwin menjelaskan bahwa pemusnahan ini memastikan barang bukti yang disita tidak akan pernah kembali beredar. Upaya ini sekaligus menyokong agenda prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden untuk melepaskan Indonesia dari cengkeraman narkoba.
“Pemberantasan narkotika merupakan salah satu agenda prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden. Karena itu, Bea Cukai berkomitmen mendukung BNN dan seluruh aparatur negara yang mempunyai kewenangan dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika,” tegas Erwin.
Sebagai garda terdepan lalu lintas barang ekspor dan impor, Bea Cukai memegang peran krusial dalam pertahanan border control. Dari total 12 kasus yang barang buktinya dimusnahkan BNN, lima di antaranya merupakan hasil kerja sama taktis bersama Bea Cukai.
Barang bukti yang digagalkan dari kolaborasi tersebut mencapai jumlah yang fantastis, yakni sekitar 2.155 liter methamphetamine cair, 29,1 kilogram methamphetamine kristal, 988,94 gram MDMA, serta 437,5 mililiter etomidate.
Salah satu capaian paling krusial adalah pencegatan kapal MV Ocean Porter yang berupaya memasukkan ribuan liter sabu cair secara ilegal.
“Dalam pelaksanaannya, Bea Cukai siap memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait melalui pertukaran informasi, analisis risiko dan targeting, serta pelaksanaan pengawasan dan penindakan sesuai dengan kewenangan masing-masing,” papar Erwin.
Ancaman kejahatan transnasional ini dinilai kian kompleks, namun Bea Cukai siap meningkatkan kewaspadaan penuh di seluruh titik masuk wilayah Indonesia.
“Wujud nyata dari kolaborasi tersebut dapat kita lihat dalam pemusnahan barang bukti pada hari ini. Besarnya barang bukti yang diamankan menunjukkan bahwa ancamanpenyelundupan narkotika lintas negara terus berkembang, baik dari sisi skala, jalur, maupun modus yang digunakan,” sebut Erwin.
Menutup keterangannya, Erwin memastikan Bea Cukai tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi jaringan kejahatan narkotika internasional.
“Kami akan terus memperkuat pengawasan border dan siap memberikan dukungan kepada BNN, Polri, TNI, serta seluruh kementerian dan lembaga terkait dalam upaya bersama memberantas peredaran gelap narkotika,” tutup Erwin.