nasional

Kepungan Asap Karhutla Membara, Kasus ISPA di Pekanbaru Melonjak Tajam

Senin, 21 September 2026 | 16:12 WIB
Menyoroti dampak buruk paparan asap karhutla bagi kesehatan warga di sejumlah daerah Tanah Air hingga ribuan nakes kini diterjunkan. (Instagram.com/@pemkab.baritokuala)

NAWACITAPOST.COM — Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mengancam keselamatan warga di sejumlah wilayah Tanah Air.
 
Kualitas udara yang memburuk memicu lonjakan hebat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), salah satunya melanda ribuan warga di Kota Pekanbaru, Riau.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru per 21 September 2026, sebanyak 5.587 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir.
 
Baca Juga: Sentuhan Nyata Dinsos Kota Bekasi: Ratusan Paket Permakanan Menjangkau Kelompok Rentan
 
Dari total tersebut, penyakit ISPA mendominasi dengan 4.987 kasus yang tersebar di 21 puskesmas. Sisanya, masyarakat menderita pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pasien ISPA yang mendatangi fasilitas kesehatan melonjak hampir dua kali lipat dibanding kondisi normal.

"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang," ungkap Markarius Anwar dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Merespons memburuknya kualitas udara akibat karhutla, Pemerintah Kota Pekanbaru langsung menginstruksikan 21 puskesmas untuk memperketat kesiapsiagaan darurat medis.
 
Baca Juga: Gempur Rokok Ilegal dan Narkoba, Menkeu Suahasil Minta Bea Cukai Makin Garang

"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA," jelas Markarius.

Secara nasional, dampak kesehatan imbas paparan asap karhutla makin meluas. Laporan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 16 September 2026 mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA telah tersebar di 7 provinsi dan 63 kabupaten/kota.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menyatakan pihaknya telah menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan (nakes) langsung ke 7 provinsi terdampak untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat, sekaligus memperkuat jajaran nakes daerah.
 
Ratusan ribu bantuan logistik medis juga telah didistribusikan, meliputi 1.927.554 masker, 280 unit mesin pekat oksigen (oxygen concentrator), dan 36 tabung oksigen.
 
Baca Juga: Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Ke-32, Catat Sejarah Baru Kabinet Merah Putih

Di tengah situasi darurat ini, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta konsisten menggunakan masker.

"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini," tegas Widyawati.

Tags

Terkini