NAWACITAPOST.COM — Petugas gabungan dan relawan pemadam kebakaran hingga kini masih terus berjibaku melumpuhkan sebaran titik api yang menggepung wilayah Kalimantan Barat.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini telah menyedot perhatian nasional, berawal dari jeritan warga di media sosial hingga memicu kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Di lapangan, garis depan pertarungan menahan laju api dihadapkan pada kendala amat krusial.
Salah satunya melanda pasukan Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang tengah bertempur memadamkan api di area perkebunan warga Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
Karakteristik lahan yang dipenuhi rumpun bambu kering membuat kobaran api kian ganas dan cepat membesar.
“Titik api memakan karet, perkebunan area milik warga masyarakat. Cuma, kami di sini keterbatasan untuk mengejar ke sumber air, sangat-sangat jauh,” ujar personel Tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Nasir, melalui unggahan media sosial pada Minggu (20/9/2026).
Kondisi medan yang berat kian diperparah oleh minimnya jangkuan peralatan operasi di lokasi kejadian.
“Selang yang kami miliki juga tidak terjangkau. Namun, kami tetap mengupayakan bisa tetap dikendalikan,” lanjut Nasir.
Pertempuran tak kalah sengit berlangsung di kawasan Bukit Peramas, Taman Nasional Gunung Palung. Selama sepekan penuh, tim gabungan terus mengepung kobaran api yang mengancam kawasan konservasi tersebut.
“Masih dalam kondisi yang sama, kurang lebih 7 hari sudah kami melakukan pemadaman di hutan yang terbakar di Taman Nasional Gunung Palung,” imbuhnya.
Ia menegaskan, meluasnya kebakaran memaksa tim menerapkan taktik ekstrem di tengah keterbatasan.
“Kebakaran ini sudah di mana-mana, jadi kita lakukan pemadaman mekanis, mohon doanya semoga bisa tuntas,” tambahnya.
Terbatasnya panjang selang membuat petugas terpaksa melakukan penyiraman taktis di sekeliling perimeter titik api agar kobaran tidak makin meluas.
“Mohon bagi semua pihak, kami di sini dalam keadaan kekurangan selang, sehingga untuk memadamkan api di sana, kami tidak sampai,” ujar seorang petugas dalam rekaman video terpisah.
“Jadi, kami hanya membasahi area sekitar agar api tidak merambat ke sini,” tambahnya.
Merespons krisis ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengucurkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) pada Perubahan APBD 2026 senilai Rp60 miliar.
Suntikan dana tersebut berasal dari APBD Provinsi sebesar Rp20 miliar dan bantuan Pemerintah Pusat sebesar Rp40 miliar.
Anggaran jumbo ini dialokasikan untuk memperkuat armada tempur pemadaman darat, meliputi pengadaan alat pelindung diri, pompa air, selang, pembuatan sumur bor, kendaraan taktis, hingga dukungan medis dan penyewaan ekskavator.
“Bantuan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan penanganan karhutla. Dukungan anggaran yang telah disiapkan pemerintah daerah dan bantuan dari pemerintah pusat harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat penanganan di lapangan serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla,’’ tegas Gubernur Kalbar Ria Norsan kepada awak media, Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan hingga Minggu (20/9/2026), terdeteksi sebanyak 98 titik api yang masih aktif menyebar di wilayah Kalimantan Barat, melandai dari catatan sebelumnya yang mencapai 107 titik.