NAWACITAPOST.COM — Ucapan selamat dan dukungan spiritual terus mengalir kepada Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D. atas amanah baru yang diembannya dalam jajaran pemerintahan.
Rasa bangga khususnya datang dari Arisman Zagoto tokoh masyarakat Nias, atas pencapaian figur akademisi dan teknokrat cerdas tersebut.
Di balik riuh ucapan selamat yang datang bergelombang, Arisman Zagoto menegaskan bahwa doa bersama menjadi hal yang sangat krusial.
Pasalnya, beban tanggung jawab yang diemban saat ini sungguh tidak mudah di tengah kondisi keuangan Republik Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja.
Arisman Zagoto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan agar Prof. Suahasil Nazara senantiasa dianugerahi kekuatan fisik, mental, serta hikmat dalam menjalankan tugas-tugas negara.
"Mari doakan agar Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D. diberi kekuatan dan mahrifat surgawi dalam mengemban tugas dan memahami kebijakan (permintaan) dari Kepala Negara yang terkadang butuh ketahanan khusus baik fisik, maupun mental dalam meresponnya," ujar Arisman Zagoto.
Dinamika Kebijakan dan Tantangan Ekonomi
Tantangan di kursi kementerian dan lembaga keuangan nasional dinilai sangat dinamis dan penuh tekanan. Pelajaran berharga dapat dilihat dari dinamika jabatan sebelumnya yang melibatkan sosok teknokrat seperti Purbaya Sadewa.
"Bayangkan seorang sosok Purbaya Sadewa yang dikagumi sekaligus juga suka membuat polemik dalam kebijakan, suka berbicara lantang, saya tidak takut 'ada Presiden atasan saya' yang bela saya, tau-tau di resuffle (dicopot) hanya lewat telpon, dan di saat sedang rapat dengan DPD yang meyakinkan bahwa keuangan RI sedang baik-baik saja," ungkap Arisman Zagoto.
Sosok Purbaya tercatat sempat menelurkan sejumlah kebijakan strategis yang memicu pro dan kontra di tingkat regulator maupun masyarakat, di antaranya:
- Kebijakan menurunkan secara bertahap anggaran MBG dari Rp355 Triliun menjadi Rp268 Triliun dan kemungkinan mau diturunkan lagi.
- Penundaan kenaikan pajak PPH dan Pajak Kejayaan yang sempat mendapat apresiasi publik.
- Penundaan PPN jalan Tol.
- Pemindahan dana di Bank Indonesia (BI) sebesar Rp600 Triliun, di mana Rp400 Triliun di antaranya dipindahkan ke bank-bank Himbara dengan pertimbangan cash management tanpa melalui keputusan DPR.
- Pemangkasan anggaran pembangunan daerah serta berbagai langkah efisiensi lainnya.
Optimisme dan Stabilitas Sosial
Melihat situasi ekonomi dan eskalasi politik-sosial terkini—termasuk dinamika aksi unjuk rasa di sekitar gedung DPR yang turut mempengaruhi stabilitas grafik ekonomi nasional—sikap optimis harus diimbangi dengan pendekatan spiritual.
"Kita tentu harus optimis, tetapi optimis saja tidak cukup juga harus disertai doa, apalagi kemarin bersamaan waktu pelantikan, maka gerakan pendemo yang ingin menjebol gedung DPR juga semakin beringas yang suka tidak suka akan berpengaruh pada naik turunnya grafik ekonomi," tegasnya.
Baca Juga: Penetapan Gaji Manajer Koperasi Merah Putih: Kompetensi dan Kinerja Harus Jadi Tolok Ukur Utama
Arisman Zagoto beserta manajemen PT MNI berharap kepemimpinan dan dedikasi Prof. Suahasil Nazara mampu membawa navigasi ekonomi Indonesia ke arah yang lebih stabil dan sejahtera.
"Tuhan berkati Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D.," pungkasnya.