NAWACITAPOST.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengumumkan bahwa mereka menerima hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 meskipun tidak berhasil memperoleh kursi di DPR.
Dalam hasil rekapitulasi penghitungan suara nasional, PSI hanya memperoleh 2,8% suara. Itu berarti, PSI tidak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4%.
Meskipun demikian, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, menyatakan rasa terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat atas dukungan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa PSI tetap akan berjuang dengan cara mereka sendiri meskipun tidak lolos ke Senayan.
"Saya mewakili teman-teman PSI di sini mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat. Kami akan tetap berjuang dengan cara kami," ujar Kaesang, dikutip Jumat (22/3/2024).
Baca Juga: Gagal ke Senayan, PPP Akui Sandiaga Uno Belum Beri Efek Suara
Di sisi lain, partai ini mencatat bahwa perolehan kursi mereka di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota meningkat sekitar 200%. Peningkatan ini terjadi di beberapa daerah, antara lain provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta, serta kabupaten/kota Solo-Semarang, Surabaya, Bandung, Madiun, Tangerang, dan Tangerang Selatan.
Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, PSI akan mengeluarkan kader terbaiknya untuk berpartisipasi. Meskipun tidak merinci siapa kader-kader yang akan diusung, Kaesang menegaskan bahwa fokus PSI saat ini adalah pada Pilkada.
"Kami akan keluarkan kader-kader terbaik kami. Tunggu saja orangnya siapa," ujar putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.
PSI mencatat perolehan 156 kursi pada Pemilu 2024, yang terbagi menjadi 130 kursi DPR kota dan 26 kursi DPRD provinsi.
Baca Juga: Kebijakan Kenaikan Tarif Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang MBZ Dinilai Tak Tepat
Jika melihat dari jumlah suara pemilih, perolehan suara tertinggi PSI berasal dari 35 wilayah di Tanah Air. Antara lain, Jawa Timur 547.810 suara, Jawa Tengah 405.120, Jawa Barat 373.734, DKI Jakarta 155.409, Lampung 110.993
Meskipun legowo dengan hasil pileg DPR, PSI belum memutuskan apakah akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, juga mengisyaratkan bahwa kemungkinan partainya tidak akan mengajukan gugatan ke MK.