nasional

Kunjungan Kerja Menteri PPPA Dan Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo

Jumat, 4 September 2026 | 12:45 WIB

Sidoarjo Nawacitapost  - Kunjungan Kerja Menteri PPPA dan Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan dalam rangka kunjungan melihat kondisi kesehatan santri yang terdampak kejadian keracunan massal di Yayasan Ponpes Manbaul Hikam (MA/MTS Manbaul Hikam), Desa Putat Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, (4/9/2026)

Adapun rombongan sebagai berikut.
1. Ibu. Arifatul Khoiri Fauzi (Mentri PPPA)
2. Mayjen TNI (Purn) Trenggono (Wakil BGN Nasional)
3. Letjen TNI (Purn) Arif Rahman (Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan)
4. Letjen TNI (Purn) Alfred Denny Tuejeh (Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan)
5. Mayjen (Purn) Dedi Solihin (Staf Khusus KSP RI)
6. Mayjen (Purn) Syaiful Rachiman (Staf Khusus KSP RI)
7. Lindsey Afsari Puteri (Tenaga Ahli utama)
8. Irhamna (Tenaga Ahli Madya)
9. Irhash Ahmad (Tenaga Ahli Muda)

Rombongan Menteri dan Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan bersama Forkopimda Sidoarjo tiba di Ponpes Manbaul Hikam desa Putat Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo disambut oleh Forkopimka Tangulangin selanjutnya menuju kediaman pengasuh Ponpes Manbaul Hikam.

Sementara Gus Wahid Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam. Meyampaikan ucapan Selamat datang dan terima kasih kepada seluruh tim yang telah hadir di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kabupaten Sidoarjo, untuk membantu penanganan dan mengetahui kondisi para santri yang terdampak setelah mengonsumsi makanan MBG.

Kami menyampaikan bahwa makanan MBG diantar ke pondok sekitar pukul 11.00 WIB dan kemudian dikonsumsi oleh para santri sekitar pukul 12.00 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat sebelum para santri kembali mengikuti kegiatan pembelajaran.

Ia bilang Setelah selesai melaksanakan salat Ashar, mulai banyak santri yang menyampaikan keluhan, terutama mual dan kondisi kurang sehat. Keluhan tersebut kemudian semakin meningkat dan mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB. Selanjutnya, para santri yang mengalami keluhan mulai dibawa ke rumah sakit. Ambulans juga mulai berdatangan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan medis.

Pada saat kejadian para santri tidak mengonsumsi makanan dari pondok, melainkan makanan yang diterima melalui program MBG. Bahkan terdapat pengurus/santri yang turut mengonsumsi makanan MBG dan juga merasakan keluhan pada malam hari.

Masih kata Gus Whid. Jumlah santri yang menerima makanan MBG sekitar 1.000 orang, sedangkan santri yang mengalami keluhan atau terdampak diperkirakan lebih dari 500 orang, Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada korban meninggal dunia seperti berita yg beredar di Medsos.

Kami juga memberikan edukasi dan imbauan kepada pihak keluarga serta wali murid terkait kondisi tersebut, termasuk pentingnya memantau kondisi kesehatan anak dan segera mendapatkan penanganan medis apabila terdapat keluhan atau gejala yang mengarah pada gangguan kesehatan." Ujarnya gus wahid

Gus wahid. Sangat berterima kasih kepada seluruh pihak, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, rumah sakit, relawan, maupun pihak terkait lainnya yang telah membantu proses penanganan para santri.

Kami berharap kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan program MBG dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat bagi para santri serta seluruh penerima manfaat." Pungkasnya Gus Wahid.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan melaksanakan Konferensi dalam konferensi Peres. Menjelaskan Rombongan Menteri dan Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan bersama Forkopimda Sidoarjo di Ponpes Manbaul Hikam Desa Putat Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

Bahwa kegiatan kunjungan Menteri PPPA dan Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan bersama rombongan ke Yayasan Ponpes Manbaul Hikam, Desa Putat, Kec. Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan dalam rangka meninjau secara langsung kondisi kesehatan para santri yang terdampak kejadian keracunan massal serta memastikan penanganan dan pelayanan kesehatan terhadap para santri berjalan dengan baik.

Bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi para santri pascakejadian keracunan massal di lingkungan Yayasan Ponpes Manbaul Hikam, sekaligus untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi kesehatan santri serta perkembangan penanganan terhadap korban."Pungkasnya (sud)

Terkini