NAWACITAPOST.COM — Amuk si jago merah menghanguskan kawasan Pasar Sungai Duri di Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, pada Kamis (20/8/2026) malam. Kebakaran hebat yang melalap puluhan bangunan tua tersebut menyita perhatian publik hingga viral di media sosial.
Kepala Desa Sungai Duri, Heriyanto, mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.30 WIB dan dengan cepat menjalar ke lokasi pertokoan.
Mengingat besarnya kobaran api, bantuan pemadaman didatangkan dari berbagai wilayah di pesisir utara Kalimantan Barat hingga jalur Pontianak. Sebanyak 60 unit pemadam kebakaran dan 77 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan guna memadamkan api di kawasan Pasar Sungai Duri. Petugas mengamankan lokasi, mengatur arus lalu lintas, serta membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa dijangkau. Setelah perjuangan panjang melintasi malam, api baru berhasil dipadamkan pada pukul 04.10 WIB.
Mengenai pemicu awal, Heriyanto menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat dari salah satu ruko yang berada di bagian tengah deretan bangunan.
“Pertama kali api muncul dari bagian tengah deretan ruko yang terbakar, tapi belum bisa dipastikan asal maupun penyebab pastinya,” ujarnya.
Insiden tragis ini mengakibatkan 50 ruko terbakar dan berdampak langsung pada 39 Kepala Keluarga (KK).
Kerugian Mencapai 70 Miliar
Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, menjelaskan bahwa 50 ruko yang terbakar menimbulkan kerugian hingga Rp70 miliar. Kerugian fantastis tersebut berasal dari bangunan ruko, sembako, elektronik, hingga barang berharga lainnya yang dibabat habis oleh kobaran api.
“Kerugian materil sementara diperkirakan kurang lebih Rp 70 miliar, terdiri atas 50 unit bangunan atau ruko serta sembako, barang elektronik dan barang berharga lainnya,” jelas Syahirul.
Syahirul menambahkan, material bangunan yang didominasi kayu tua membuat api makin ganas tak terkendali.
“Bangunan yang terbakar berada dalam posisi saling berdekatan sehingga api cepat membesar dan menyebar, sebagian besar bangunan juga terbuat dari kayu dan merupakan bangunan lama,” terangnya lebih lanjut.
Gelombang Empati di Media Sosial
Insiden kebakaran ruko di Pasar Sungai Duri ini mendadak menghebohkan jagat maya. Banyak warganet membagikan situasi terkini melalapnya api ke 50 ruko tersebut melalui akun pribadi. Video amatir yang merekam kobaran api menjalar di deretan bangunan kayu berdekatan memicu rasa haru dan keprihatinan mendalam.
Salah satunya datang dari pemilik akun Threads @su.siu.501 yang mendokumentasikan kejadian sembari melayangkan narasi empati.
“Semalam kebakaran hebat melanda ruko sungai duri, semoga para korban diberikan kekuatan, ketabahan, serta ganti yang lebih baik, turut sedih buat seluruh korban terdampak bisa segera bangkit dan cepat pulih kembali, amin,” tulisnya pada Jumat (21/8/2026).
Unggahan serupa ditunjukkan oleh akun @dominikuswanto48 di platform Threads, yang menyoroti situasi ruko Pasar Sungai Duri pasca-kebakaran.
“Kondisi pasar Sungai Duri... Semoga selalu dalam lindungan Tuhan... Bagi yang terkena musibah tetap kuat ya…,” tulisnya.
Gelombang dokumentasi, doa, hingga dukungan moral terus mengalir dari pengguna Threads lainnya yang berharap para korban dapat segera bangkit dari musibah berat ini.(***)