nasional

Puncak Doa Nasional 2026: Para Pimpinan Gereja Deklarasikan Kesatuan Tubuh Kristus

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:34 WIB
Foto Bersama Aras Gereja Nasional, Pimpinan Gereja di Indonesia MKDN - JDN 2026. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Dalam suasana dramatis dan penuh khidmat yang menyelimuti Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, sejarah baru tercatat tepat pada Peringatan Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Para pimpinan dan tokoh lintas gereja nasional berpadu dalam satu gelombang spiritual yang menggetarkan, mendeklarasikan kesatuan Tubuh Kristus demi pemulihan dan kebangkitan Bangsa Indonesia.

Mengusung subtema “Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh untuk Kebangkitan Indonesia,” Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) 2026 menghimpun kekuatan spiritual dari seluruh pelosok tanah air. Inisiatif megah ini dipelopori oleh jajaran pimpinan aras gereja nasional yang diwakili oleh PGI, KWI, PGLII, PGPI, PGBI, GOI, Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Gerakan ini berkolaborasi erat dengan Jaringan Doa Nasional (JDN), Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI), serta berbagai lembaga pelayanan, jaringan doa, dan komunitas Kristen.

Bukan sekadar perhelatan biasa, seruan kesatuan ini bergema secara serentak di 620 titik yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Nusantara. Aristakus, selaku Fasilitator Umum JDN, menjelaskan bahwa gerakan masif di berbagai kota dan wilayah ini merupakan wujud nyata kesatuan Tubuh Kristus dalam menopang Indonesia melalui doa.
 
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Gempa NTT: Wisatawan Pulau Padar Saling Berpegangan Menahan Guncangan

Darwin Darmawan, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), menekankan kedalaman makna dari pergerakan doa bersama ini sebagai kompas spiritual bangsa.
 

“Kita memerlukan doa. Melalui doa, kita akan memahami apa yang Tuhan inginkan bagi Indonesia,” katanya.
Menambah bobot keseriusan gerakan ini, Toni Mulya menegaskan bahwa MKDN adalah langkah strategis umat. Ini bukan sekadar acara rutin, melainkan momentum bagi Gereja untuk berani mengambil posisi, berdiri teguh, dan berdampak nyata bagi masa depan Republik Indonesia.

Rangkaian acara di Balai Sarbini berlangsung intensif mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, mencapai klimaksnya pada pukul 17.30–21.00 WIB. Suasana doa bergemuruh ketika para pemuji dan pelayan musik dari berbagai latar belakang denominasi memimpin ribuan umat dalam penyembahan yang melampaui tembok-tembok perbedaan. Ps. Sidney Mohede (JPCC Worship) menggetarkan ruangan saat memimpin lagu “Doa Kami”, diiringi oleh pujian bernas dari Eldhy Victor, IFGF Praise, GKII Worship Team, Paduan Suara Bala Keselamatan, Gekari Damai Sejahtera Worship Team, serta JDN Worship Team.
 

Dalam kesempatan tersebut, Ps. Edy Leo menegaskan bahwa melalui MKDN, umat Tuhan dipanggil untuk bersyukur, bertobat, berdoa, dan bersatu padu. Visi ini diperkuat melalui gerakan Indonesia Menyembah 5, sebuah dorongan aktif bagi gereja-gereja di berbagai kota untuk mendirikan mezbah doa dan penyembahan yang berkelanjutan bagi bangsa.

Sebagai penutup yang membakar semangat seluruh pendoa, Aristakus Tarigan mengutip fondasi firman yang menjadi pijakan gerakan ini.

“Mari kita tangkap momentumnya, bangkitkan para pendoa, satukan Gereja, dan berdiri bagi Indonesia.” 2 Tawarikh 7:14 "Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri meilka," tegas Aristakus Tarigan panitia Momentum Kesatuan Doa Nasional 2026.
 
Malam puncak doa nasional ini diakhiri dengan momen paling bersejarah, di mana para pimpinan dan tokoh gereja berdiri bersama menegaskan dan mendeklarasikan pentingnya kesatuan Tubuh Kristus bagi kebangkitan Indonesia.

Tags

Terkini