Ia merupakan lulusan S1 Manajemen Keuangan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada tahun 1996 dan meraih gelar Magister Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2005.
Dalam karier politiknya, Anom bersama Nurkholes resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pemalang pada 20 Februari 2025.
Pasangan tersebut diusung oleh koalisi Partai Golkar, Perindo, PSI, Partai Gelora, dan Partai Buruh.
LHKPN Catat Kekayaan Capai Rp21,3 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 29 Juli 2026, Anom Widiyantoro tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp21,3 miliar.
Baca Juga: Heboh Demo SMAN 1 Solok Selatan: Dugaan Pelecehan hingga Pesan Chat Oknum Guru Tersebar!
Sebelum terjun ke dunia politik, Anom dikenal memiliki karier panjang di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Mengacu pada profil resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang, Anom pernah menduduki berbagai jabatan di PT Wijaya Karya (WIKA) sejak 1996 hingga 2021, mulai dari staf ahli, auditor internal, kepala seksi, manajer keuangan dan personalia, manajer keuangan dan operasi luar negeri, hingga general manager.
Pada periode 2021–2024, ia juga menjabat sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Property (PT HIPA) sebelum akhirnya maju dalam Pilkada Pemalang.
KPK Masih Dalami Perkara
KPK menyatakan proses penyidikan terhadap perkara dugaan suap proyek dan jual beli jabatan tersebut masih terus berjalan.
Lembaga antirasuah itu akan mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan dalam OTT, termasuk menelusuri asal-usul uang tunai yang telah disita sebagai barang bukti.