Tak sekadar lisan, Defrizal juga menandatangani surat pernyataan resmi di atas materai sebagai bentuk penyesalan dan pertanggungjawaban moral kepada keluarga korban serta masyarakat luas.
Pihak manajemen Resto Ayam Mashendy pun bertindak cepat dan tegas demi menjaga integritas usaha mereka. Selain melayangkan permohonan maaf terbuka, mereka resmi menerbitkan Surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Defrizal. Pihak resto menegaskan bahwa kejadian ini menjadi tamparan keras dan pembelajaran berharga agar tidak terulang di masa depan.
Gelombang Amarah Warganet: "Bercanda Ada Batasnya!"
Aksi tidak terpuji ini menyulut emosi netizen yang ramai-ramai membanjiri kolom komentar. Banyak yang menyayangkan sikap minim empati dari pelaku, sekaligus kasihan kepada pemilik usaha yang ikut menanggung dampaknya.
-
"Boleh bercanda tapi tidak dengan fisik ya, pelajaran buat kita semua," tulis akun @wrn****1.
-
"Semoga enggak terjadi lagi yang begini, kasihan yang punya usaha," sahut akun @chi******y.
-
"Yang pada ketawa gimana? Tadi rame-rame lho. SP1 bisa itu karena lawakan pelaku," tegas akun @adh****y.
-
"Mereka yang ikut ketawa juga termasuk pembully," timpal akun @vi8******a.
Baca Juga: Bootcamp Promedia Group Dimulai! Bahas Habis SEO dan GEO untuk Konten di Era Digital
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas akan pentingnya rasa empati, rasa hormat, dan kesadaran dalam berinteraksi dengan para penyandang disabilitas. Etika dan kemanusiaan harus selalu diutamakan, di mana pun kita berada.