nasional

Prabowo: "Kalau Bangsa Ini Lapar, Saya yang Bertanggung Jawab!"

Minggu, 17 Mei 2026 | 07:51 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Sebuah pernyataan tegas dan berani keluar dari mulut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Di hadapan ribuan warga, ia pasang badan dan menyatakan siap memikul tanggung jawab penuh atas urusan isi piring rakyat Indonesia.

"Saya sebagai Presiden, mandataris rakyat. Saya yang disumpah. Saya bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar. Tidak akan ada orang lain yang akan dihujat," ujar Prabowo dengan nada berapi-api saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah tidak main-main dalam mengunci ketahanan pangan nasional sebagai harga mati.

Baca Juga: Proyek Sanitasi Rp626 Juta Dikencingi, Kades dan Ketua KSM Diduga ‘Bagi-Bagi Kue’

KDKMP: Senjata Baru Lawan Tengkulak dan Kemiskinan Desa

Langkah konkret langsung ditunjukkan. Peresmian 1.061 gerai KDKMP (tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah) menjadi bukti nyata komitmen tersebut. Koperasi raksasa ini didesain sebagai "penyelamat" ekonomi arus bawah yang selama ini kerap tercekik masalah klasik.

KDKMP diproyeksikan menjadi solusi total bagi lini serang ekonomi desa, antara lain:

  • Memutus rantai tengkulak yang sering merugikan petani.
  • Menyediakan cold storage untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan nelayan.
  • Mempermudah akses pembiayaan dan distribusi barang, baik subsidi maupun nonsubsidi.
  • Menjadi offtaker (pembeli siaga) hasil panen masyarakat.

Hingga 15 Mei 2026, sebanyak 9.182 gerai KDKMP telah rampung dibangun. Namun, itu baru permulaan. Presiden Prabowo membidik target super-ambisius: 80.000 gerai KDKMP beroperasi di seluruh penjuru Indonesia!

Baca Juga: Mencetak Pemimpin Masa Depan Industri Hijau dan Menengok Kiprah ITSI Medan

"Saya kira ini prestasi bangsa Indonesia. Sudah terlalu lama bangsa kita dianggap remeh bangsa-bangsa lain. Kita dianggap bangsa yang lemah," tegas Presiden, mengajak masyarakat membuang jauh-jauh rasa rendah diri (inferiority complex).

Filosofi Tempur: "Kalau Pasukan Tidak Makan, Tidak Bisa Perang"

Empati dan ketegasan Prabowo dalam urusan pangan ini ternyata berakar kuat dari latar belakangnya sebagai mantan panglima tempur TNI. Ia mengenang bagaimana logistik dan urusan perut adalah penentu hidup dan matinya sebuah misi.

"Sebagai mantan panglima, yang saya pikirkan tidak hanya peluru, tapi juga ketersediaan beras. Kalau pasukan tidak makan, tidak bisa perang," kenangnya.

Ia juga mengingatkan sejarah perjuangan kemerdekaan, di mana rakyatlah yang dengan tulus memberi makan para tentara yang bertempur. "Karena itu saya mengerti pentingnya pangan. Pangan adalah masalah hidup dan mati," imbuh Prabowo.

Sinergi Tiga Pilar Merah Putih

Kini, strategi pertahanan pangan dan ekonomi itu diterjemahkan ke dalam tiga program prioritas nasional yang saling menopang dari hulu ke hilir, serta target dan sasaran utamanya adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Sikap DPRD ‘Abu-Abu’, LSM Penjara Indonesia Siap Seret DPRD Pesawaran ke Ombudsman dan Polisikan Tambang Galian C!

Halaman:

Tags

Terkini