nasional

Presiden Berkampanye dan Memihak, TPN Ganjar-Mahfud Optimistis Menang Satu Putaran

Jumat, 26 Januari 2024 | 11:24 WIB
Ganjar-Mahfud

NAWACITAPOST.COM - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Mahfud tetap mempertahankan optimisme mereka terkait peluang pasangan calon nomor urut 3 dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Deputi Politik TPN, Andi Widjajanto, menyatakan keyakinan bahwa Ganjar-Mahfud dapat meraih kemenangan dalam satu putaran pada Pilpres yang dijadwalkan pada 14 Februari 2024.

"Melihat triangulasi big data TPN, posisi saya tidak berubah seperti dua pekan lalu, bahkan makin ke sini makin yakin Ganjar-Mahfud menang satu putaran pada Pilpres 14 Februari 2024,” kata Andi, dikutip Jumat (26/1/2024).

Baca Juga: Tom Lembong Bongkar Karakter Gibran Sesungguhnya

Andi menambahkan bahwa keyakinannya semakin kuat melihat upaya kerja keras Ganjar, Mahfud, dan elite TPN lainnya yang terus berkeliling Indonesia.

Dalam empat debat yang telah diselenggarakan, Andi mengklaim bahwa Ganjar-Mahfud mendapatkan sentimen positif dari publik, sementara pasangan Prabowo-Gibran terus berada dalam sentimen negatif.

Meski Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa seorang presiden memiliki hak untuk berkampanye dan berpihak pada calon tertentu, Andi menyatakan bahwa pernyataan tersebut justru mendapat sentimen negatif dari publik.

Baca Juga: Hasil Debat Cawapres: Tom Lembong Kasih Nilai Gibran 60

Berdasarkan data analisis TPN, Andi menyebut bahwa sentimen negatif terhadap Jokowi turun semakin besar dalam satu bulan terakhir, dari angka -62 persen menjadi -93 persen dalam tujuh hari terakhir.

“Khusus hari ini, sentimen negatif pada Joko Widodo di ‘X’ atau Twitter terkait pernyataan di Halim kemarin menunjukkan minus 96 persen," kata Andi.

Andi menilai bahwa warganet menginginkan netralitas presiden dan tidak ingin Jokowi berpihak pada Pilpres 2024 karena anaknya, Gibran Rakabuming, menjadi salah satu kandidat.

Baca Juga: Jaga Independensi, Mahfud Md Berjanji Tak Akan Jadi Boneka dan Tetap Sebagai Pendekar Hukum

Selain itu, suara di media sosial juga menyoroti pentingnya fokus presiden untuk menyelesaikan masa jabatannya sampai Oktober 2024, mengatasi berbagai persoalan domestik dan global.

 

Tags

Terkini