nasional

Jokowi Turun Kampanye, Faigiziduhu Ndruru: Indikasi Pendukung Prabowo-Gibran Mulai Pindah ke Paslon Lain

Kamis, 25 Januari 2024 | 09:42 WIB
Pengamat politik Nusantara Faigiziduhu Ndruru (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menegaskan bahwa seorang presiden memiliki hak untuk memihak dan berkampanye selama masa pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Namun, lanjut Jokowi, presiden boleh berkampanye dengan syarat berpedoman pada aturan kampanye dan tidak menggunakan fasilitas negara. Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan bahwa menteri aktif yang turut serta dalam tim sukses salah satu pasangan calon harus mundur.

"Presiden itu boleh loh kampanye. Presiden itu boleh loh memihak. Boleh, tetapi yang paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara," ujar Jokowi di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1).\

Baca Juga: Viral! Netizen Ragukan Keaslian Ijazah Gibran

Keterlibatan Jokowi dalam Pilpres 2024 menjadi perhatian sejak putranya, Gibran Rakabuming Raka, mencalonkan diri sebagai wakil presiden mendampingi capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Prabowo saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan di kabinet Jokowi.

Pernyataan Jokowi tersebut mendapatkan respons beragam dari berbagai pihak. Faigiziduhu Ndruru, seorang pengamat politik Nusantara, memberikan pandangan kritis terhadap langkah Jokowi.

Menurut Faigiziduhu Ndruru, keberpihakan Jokowi pada Pilpres kali ini bisa diindikasikan oleh turunnya dukungan terhadap pasangan calon yang didukungnya.

Baca Juga: Partahi Sihombing Sebut Gibran Tak Dididik dengan Baik Bapaknya

Faigiziduhu Ndruru mempertanyakan alasan Jokowi ikut turun kampanye. Baginya, jika situasinya tidak genting, mengapa Jokowi harus secara aktif terlibat dalam kampanye?

Pandangan ini muncul karena Faigiziduhu Ndruru melihat turunnya Jokowi sebagai indikasi bahwa dukungan terhadap pasangan calon Prabowo-Gibran mengalami stagnasi.

Dia juga berpendapat bahwa seharusnya Jokowi memberikan ruang bagi Prabowo dan Gibran untuk berkampanye sendiri. Meskipun Prabowo mengalami kendala kesehatan yang mempersulit partisipasinya dalam kampanye, Faigiziduhu Ndruru berpendapat bahwa hal tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pasangan tersebut.

Baca Juga: Ganjar-Mahfud Bakal Stop Food Estate, Gantikan dengan Program Ekosistem Pangan Terpadu

"Biar saja Prabowo dan Gibran yang kampanye, meskipun secara kesehatan bisa mempersulit Prabowo jika mengikuti irama Jokowi saat kampanye pada dua pilpres sebelumnya," ungkapnya.

Tags

Terkini