Jumat, 5 Juni 2026

Ray Rangkuti: Kita Tegak Lurus kepada Jokowi Kalau Dia Lurus, sebaliknya jika Dia bengkok, Tidak mungkin Kita Tegak Lurus!

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 24 Januari 2024 | 11:15 WIB
Ray Rangkuti: Tegak Lurus kepada Prinsip, Bukan kepada Keberpihakan (Foto: instagram adian_napitupulu)
Ray Rangkuti: Tegak Lurus kepada Prinsip, Bukan kepada Keberpihakan (Foto: instagram adian_napitupulu)

NAWACITAPOST.COM - Aktivis Ray Rangkuti menyoroti pandangan umum yang sering terdengar terkait dengan konsep "tegak lurus kepada Pak Jokowi."

Baginya, tegak lurus bukanlah tentang mengikuti seseorang tanpa mempertimbangkan prinsip dan integritas. Menurutnya, sikap tegak lurus seharusnya lebih kepada nilai-nilai kejujuran dan kesetiaan terhadap konstitusi.

Dalam unggahannya di instagaram, @adian__napitupulu, Ray Rangkuti menilai bahwa saat ini terdapat kecenderungan untuk mengikuti penguasa tanpa menilai kebijakan atau tindakan yang diambil.

Baca Juga: Guru Penggerak Di Sidoarjo Jadi Pelopor Toleransi

Baginya, tegak lurus seharusnya terkait dengan keselarasan dengan nilai-nilai moral dan hukum yang berlaku.

Pernyataan "kita tegak lurus kepada Jokowi kalau dia lurus, kalau dia bengkok, tidak mungkin kita tegak lurus!" menjadi kritik tajam terhadap sikap yang sekadar mengikuti tanpa mempertimbangkan integritas dan prinsip dasar.

Ray Rangkuti yang dikenal sebagai pengamat politik menegaskan bahwa tegak lurus seharusnya hanya dapat dilakukan terhadap individu yang memegang prinsip dan nilai yang benar.

Baca Juga: Dukung Pelaksanaan Pemilu Yang Adil, Kanwil Kemenkumham Riau Gelar Penyuluhan Hukum Netralitas ASN

Dalam konteks ini, dia menekankan bahwa jika seorang pemimpin terbukti tidak mematuhi aturan dan menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan kelompoknya, maka tindakan tegak lurus adalah dengan menolak dan melawan prilaku tersebut.

Dia membahas konsep tegak lurus dalam konteks konstitusi dan aturan hukum, menyatakan bahwa jika ada orang yang menggunakan konstitusi untuk kepentingan pribadi, maka itu adalah saatnya untuk meluruskan, bukan ikut bengkok seperti yang dilakukan oleh orang tersebut.

"Tapi kalau itu bengkok, kita harus luruskan, kita hanya tegak lurus kepada konstitusi dan aturan. Kalau ada orang yang menghina menggunakan konstitusi untuk kepentingan diri dan keluargannya, kita harus luruskan. Bukan kita ikut bengkok seperti dia bengkok," ucap Ray Rangkuti dikutip Nawacitapost dari instagram adian__napitupulu, Rabu 24 Januari 2024.

Baca Juga: BPKP Di Kanwil Kemenkumham Riau Narasumber Kegiatan Penting Ini

Pernyataan Ray Rangkuti juga merinci bahwa apabila pemimpin menjadikan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan kelompoknya, hal tersebut menunjukkan ketidaklurusan pemimpin tersebut.

Oleh karena itu, perlu adanya penentangan dan peringatan terhadap pemimpin yang dinilai tidak berintegritas.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini