NAWACITAPOST.COM - Aktivis Ray Rangkuti menyoroti pandangan umum yang sering terdengar terkait dengan konsep "tegak lurus kepada Pak Jokowi."
Baginya, tegak lurus bukanlah tentang mengikuti seseorang tanpa mempertimbangkan prinsip dan integritas. Menurutnya, sikap tegak lurus seharusnya lebih kepada nilai-nilai kejujuran dan kesetiaan terhadap konstitusi.
Dalam unggahannya di instagaram, @adian__napitupulu, Ray Rangkuti menilai bahwa saat ini terdapat kecenderungan untuk mengikuti penguasa tanpa menilai kebijakan atau tindakan yang diambil.
Baca Juga: Guru Penggerak Di Sidoarjo Jadi Pelopor Toleransi
Baginya, tegak lurus seharusnya terkait dengan keselarasan dengan nilai-nilai moral dan hukum yang berlaku.
Pernyataan "kita tegak lurus kepada Jokowi kalau dia lurus, kalau dia bengkok, tidak mungkin kita tegak lurus!" menjadi kritik tajam terhadap sikap yang sekadar mengikuti tanpa mempertimbangkan integritas dan prinsip dasar.
Ray Rangkuti yang dikenal sebagai pengamat politik menegaskan bahwa tegak lurus seharusnya hanya dapat dilakukan terhadap individu yang memegang prinsip dan nilai yang benar.
Baca Juga: Dukung Pelaksanaan Pemilu Yang Adil, Kanwil Kemenkumham Riau Gelar Penyuluhan Hukum Netralitas ASN
Dalam konteks ini, dia menekankan bahwa jika seorang pemimpin terbukti tidak mematuhi aturan dan menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan kelompoknya, maka tindakan tegak lurus adalah dengan menolak dan melawan prilaku tersebut.
Dia membahas konsep tegak lurus dalam konteks konstitusi dan aturan hukum, menyatakan bahwa jika ada orang yang menggunakan konstitusi untuk kepentingan pribadi, maka itu adalah saatnya untuk meluruskan, bukan ikut bengkok seperti yang dilakukan oleh orang tersebut.
"Tapi kalau itu bengkok, kita harus luruskan, kita hanya tegak lurus kepada konstitusi dan aturan. Kalau ada orang yang menghina menggunakan konstitusi untuk kepentingan diri dan keluargannya, kita harus luruskan. Bukan kita ikut bengkok seperti dia bengkok," ucap Ray Rangkuti dikutip Nawacitapost dari instagram adian__napitupulu, Rabu 24 Januari 2024.
Baca Juga: BPKP Di Kanwil Kemenkumham Riau Narasumber Kegiatan Penting Ini
Pernyataan Ray Rangkuti juga merinci bahwa apabila pemimpin menjadikan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan kelompoknya, hal tersebut menunjukkan ketidaklurusan pemimpin tersebut.
Oleh karena itu, perlu adanya penentangan dan peringatan terhadap pemimpin yang dinilai tidak berintegritas.
Artikel Terkait
Dukung Pelaksanaan Pemilu Yang Adil, Kanwil Kemenkumham Riau Gelar Penyuluhan Hukum Netralitas ASN
Menikmati Keindahan WIsata Ladang Bunga Matahari di Kota Batu, Ini Lokasi Spot Foto yang Instagramable dan Siklus Mekarnya
Gelar YOONITE in ASIA, Ini Harga Tiket Fan Meeting Yoona SNSD di Jakarta!
Dua Tokoh NU Prof Mahfud dan Gus Muhaimin Dilecehkan Saat Debat, Warga Nahdliyin Marah!
Wisata Pantai Pangi, Hidden Gem di Blitar Simpan Keindahan Alam dengan Panorama yang Memesona
Guru Penggerak Di Sidoarjo Jadi Pelopor Toleransi