NAWACITAPOST.COM - Dalam debat calon wakil presiden (cawapres) pada Minggu malam, 21 Januari 2024, Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyuarakan kritik terhadap proyek Food Estate yang tengah digencarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Keduanya menyatakan bahwa proyek ini gagal dan merusak lingkungan, menciptakan perdebatan sengit terkait keberhasilan dan dampak dari program tersebut.
Mahfud MD, dalam pernyataannya, menyindir kegagalan proyek dengan mengatakan, Indonesia hebat seperti kolam susu. Kemudian, menanam jutaan hektar singkong untuk food estate, tetapi yang tumbuh malah jagung.
Baca Juga: Promo Tarif LRT Jabodebek Diperpanjang hingga Akhir Februari 2024, Simak Harganya!
Dia juga menyinggung bahwa di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, jagung ditanam dengan menggunakan goody bag karena tanah bergambut Gunung Mas tidak mendukung pertumbuhan jagung.
"Menanam singkong, panen jagung. Ajaib." kata Mahfud Md, dalam akun X, Senin (22/1/2023).
Sementara itu, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) secara blak-blakan menyatakan niatnya untuk menghentikan proyek Food Estate, dengan alasan bahwa proyek ini mengabaikan petani, meninggalkan masyarakat adat, menimbulkan konflik agraria, dan merusak lingkungan.
Baca Juga: 5 Cara Turunkan Berat Badan Ideal Ala Idol Kpop, Simpel dan Mudah
Di sisi lain, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman membela proyek tersebut dengan menyatakan bahwa hasil dari berbagai proyek food estate di beberapa daerah telah berjalan baik dan sesuai target.
Dia mencontohkan, proyek Food Estate di Temanggung dan Wonosobo dengan luas 907 hektare telah sukses panen komoditas hortikultura. Di Kalimantan Tengah, food estate berhasil melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan. Hasilnya, mereka mampu panen padi dengan produktivitas mencapai 5 ton per hektare.
Kemudian, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kabupaten Keerom, Papua, berhasil panen jagung dengan total luas tanah mencapai 500 hektare. Jagung merupakan salah satu komoditas penting dalam ketahanan pangan.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata Ini Dulu Viral dan Ramai Pengunjung, Kini Dilupakan
Amran menegaskan bahwa Food Estate bukanlah proyek instan dan membutuhkan proses serta teknologi untuk mengubah lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi lahan produktif. Dia juga menambahkan bahwa sektor pertanian dapat menjadi bantalan ekonomi nasional dan mampu menekan inflasi.
"Food estate tersebut sudah berhasil panen. Food estate Gunung Mas juga sudah panen jagung seluas 10 hektare dan singkong seluas 3 hektare. Kita pantau terus lahan tersebut," kata Amran.