nasional

Mengenal Ricky Surya Prakasa: Pelopor Borobudur Peace & Prosperity Festival  

Selasa, 1 Juli 2025 | 09:37 WIB
Ricky Surya Prakasa membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tak selalu tampil di depan. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Bagi sebagian orang, pandemi adalah masa bertahan. Tapi bagi Ricky Surya Prakasa, CEO PT Meccaya, masa krisis justru menjadi titik awal untuk bertindak. Bukan dengan banyak bicara, tapi lewat langkah nyata yang langsung menyentuh masyarakat.

Ia bukan pejabat, bukan dokter, tapi keberadaannya dirasakan banyak orang ketika distribusi vaksin masih menjadi tantangan nasional. “Saat semua orang menunggu, saya pikir, kenapa tidak bergerak?” katanya, tenang.

Ricky membentuk jaringan vaksinasi massal yang menjangkau lebih dari 200.000 orang. Ia menggandeng pemerintah daerah, sektor swasta, dan relawan dari berbagai latar belakang. Vaksinasi diberikan secara merata, tanpa memandang status atau pekerjaan. Dari ekspatriat hingga buruh, semua mendapat tempat yang sama.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Istimewa)

“Kita tidak sedang bicara soal kelas, ini soal kemanusiaan,” ujar Ricky.

Ia juga memilih pendekatan yang jarang dilakukan dunia usaha saat itu: melindungi karyawan dari dalam. Di saat banyak perusahaan melakukan efisiensi dengan PHK, PT Meccaya tetap berdiri tanpa memberhentikan satu pun pegawai.

“Perusahaan yang kuat lahir dari manusia yang merasa dilindungi,” katanya.

Ia menyiapkan protokol kerja yang adaptif sejak awal, dan memastikan ada dukungan psikologis dan spiritual bagi semua orang di dalam timnya. Setelah pandemi mulai mereda, Ricky tak berhenti. Ia mulai merancang sebuah gerakan yang lebih luas, melampaui dunia farmasi.

Dari kerinduan akan ketenangan dan semangat kebersamaan, lahirlah Borobudur Peace & Prosperity Festival. Festival ini bukan sekadar acara budaya atau keagamaan. Candi Borobudur dijadikan ruang pertemuan terbuka lintas iman, lintas negara, lintas generasi.

“Saya ingin menciptakan ruang di mana orang bisa duduk bersama, berdialog tanpa saling curiga,” ucapnya.

Baca Juga: Pelantikan DPC HIMNI Batam 2025 Diwarnai Antraksi Budaya Nias  

Festival ini menghadirkan pemuka agama, budayawan, hingga tokoh masyarakat dari dalam dan luar negeri. Mereka datang bukan hanya untuk tampil, tapi juga untuk berbagi gagasan dan harapan. Di pelataran Borobudur, berlangsung pertunjukan seni, doa lintas agama, dan forum-forum refleksi yang menyentuh isu global seperti perdamaian, keadilan sosial, hingga pelestarian lingkungan.

Bagi Ricky, festival ini adalah bentuk warisan. “Kalau kita tidak meninggalkan sesuatu yang bisa menghubungkan generasi sekarang dan yang akan datang, lalu apa yang kita banggakan?” ujarnya.

Langkah-langkah Ricky memang tidak mencari panggung. Namun tetap saja dikenali. Ia menerima sejumlah penghargaan, di antaraya Eksekutif Award 2025 untuk kategori Pemimpin Transformasional, Indonesia Best CEO Awards 2024 dari The Iconomics, The Best CEO Awards 2024 dari SWA, Man of The Year 2023 versi GATRA, dan Nusantara Awards 2024 dari Media Nawacita Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini