nasional

Iwan Sunito: Dari Surabaya ke Sydney, Meniti Sukses di Tengah Liku Dunia Properti  

Jumat, 30 Mei 2025 | 09:29 WIB
Iwan Sunito. (Instagram)

Melalui One Global Capital, Iwan meluncurkan proyek One Global Resorts Green Square yang mencatat tingkat keterisian kamar hingga 99,5 persen dan kenaikan pendapatan dalam waktu singkat. Ia juga menyiapkan proyek hotel modular pertama di Sydney lewat One Macquarie Park dan menjajaki kolaborasi eksklusif dengan Armani Group untuk pengembangan penthouse di Chatswood.

Baca Juga: Edukasi Tertib Lalu Lintas dan Antisipasi Kenakalan Remaja di SMAN 16 Kota Bekasi  

Dalam jangka panjang, ia menyatakan akan fokus pada investasi strategis di kawasan Sydney CBD. Namun, di balik catatan suksesnya, perjalanan Iwan juga menghadapi babak sulit.

Pada Maret 2025, Mahkamah Agung New South Wales memerintahkan likuidasi terhadap CII Group Pty Ltd yang dipimpinnya. Proses hukum ini menyebabkan Iwan kehilangan kendali atas Crown Group, perusahaan yang selama bertahun-tahun ia kembangkan. Permasalahan utang dan laporan aset yang tidak memadai menjadi pemicu utama keputusan pengadilan tersebut.

Beberapa lembaga dan investor besar terkena dampak dari kondisi ini, termasuk institusi pendidikan dan perusahaan investasi internasional. Langkah likuidasi ini membawa dampak luas terhadap kredibilitas dan jaringan bisnis yang telah dibangunnya. Tak lama berselang, Iwan mendirikan kembali perusahaan properti dengan bendera One Global Capital dan mulai memasarkan proyek-proyek baru.

Pada 16 Mei 2025 lalu, One Global Capital, perusahaan pengembang dan investasi milik Iwan Sunito, resmi menyelesaikan akuisisi lahan strategis di kawasan Macquarie Park, Sydney, senilai Rp181 miliar. Proses penyelesaian transaksi ini diumumkan oleh Kantor Hukum MurdockCheng dan tercatat dalam platform PEXA, sistem elektronik penyelesaian transaksi properti di Australia.

Baca Juga: Peran Strategis Dani Muttaqin dalam Perencanaan Tata Ruang dan Industri Properti Indonesia  

Lahan tersebut akan menjadi lokasi pembangunan hotel mewah senilai Rp750 miliar yang mengusung konsep kesehatan, keberlanjutan, serta inovasi modular di kawasan yang tengah berkembang pesat. Menurut Iwan Sunito, akuisisi ini didanai melalui kombinasi pembiayaan bank sebesar 60% dan ekuitas internal sebesar 40%, mencerminkan kepercayaan pihak perbankan terhadap kinerja perusahaan.

Ia juga menyebutkan bahwa harga lahan tersebut meningkat signifikan sejak pertama kali ditawarkan pada 2022, dari sekitar Rp120 miliar menjadi Rp181 miliar. Kenaikan ini dianggap mencerminkan potensi kawasan tersebut dan keyakinan pasar terhadap proyek yang akan dikembangkan oleh One Global Capital.

Dalam strategi pemasarannya, Iwan membidik investor muda Indonesia dengan menggelar roadshow bertajuk “Invest Like a Billionaire”. Melalui pendekatan yang menjanjikan imbal hasil tinggi, ia mendorong minat investasi di proyek-proyek di Sydney.

Namun pendekatan ini menuai perhatian dari lembaga pengawas seperti ASIC dan OJK yang mengingatkan tentang pentingnya transparansi dan kewaspadaan terhadap potensi risiko investasi luar negeri. Investasi properti lintas negara memang menawarkan potensi besar, namun juga menyimpan kompleksitas yang tidak bisa diabaikan.

Baca Juga: Harvard Dilarang Terima Mahasiswa Asing, Puluhan Pelajar Indonesia Terancam Dideportasi  

OJK menekankan bahwa banyak kasus kerugian bermula dari kampanye agresif yang tidak diimbangi dengan informasi memadai. Investor diimbau untuk melakukan pengecekan latar belakang proyek, perusahaan, dan individu yang terlibat sebelum mengambil keputusan.

Kisah Iwan Sunito menjadi cerminan bahwa perjalanan sukses tidak selalu berjalan lurus. Di balik pencapaian besar, terdapat tantangan, risiko, dan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.

Bagi investor, kisah ini menjadi pelajaran penting tentang perlunya pendekatan yang cermat, berbasis data, dan konsultasi profesional sebelum berkomitmen pada investasi besar. Keseimbangan antara ambisi dan kehati-hatian adalah kunci utama agar peluang bisa benar-benar membawa hasil yang diharapkan.

Halaman:

Tags

Terkini