nasional

Tragedi Penjaringan Jakarta Utara: Awan Tewas Akibat Kekerasan Ayahnya Sendiri

Kamis, 14 Desember 2023 | 17:34 WIB
Ayah banting anak hingga tewas (Ilustrasi anak tewas)

NAWACITAPOST.COM - Isak tangis melanda warga RT 22/17, Penjaringan, Jakarta Utara, saat Awan (10), seorang anak yang dikenal baik hati dan suka menolong, tewas dibanting oleh ayahnya sendiri, Usman (44).

Kepergian Awan meninggalkan duka yang mendalam di antara tetangga-tetangganya. Tragedi ini terjadi ketika Awan dibanting di dekat rumah pelaku, dan sayangnya, nyawanya tidak dapat tertolong dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Banyak warga yang merasakan kehilangan Awan, seorang anak yang meski memiliki disabilitas mental, tetapi dikenal sebagai individu yang baik hati dan selalu siap menolong sesama, bahkan pada usia yang masih sangat muda.

Baca Juga: Perayaan Natal Oikumene di Kantor Bupati Nias Barat: Suasana Damai dan Sukacita

Benni, seorang warga dan petugas PPSU, mengungkapkan bahwa Awan selalu bersama mereka dalam kesehariannya.

"Anaknya ringan tangan. Kadang kita nyapu, dia yang megangin karung," ungkap Benni di lokasi kejadian pada Kamis (14/12/2023).

Awan, yang dikenal sebagai anak penyayang terhadap ibunya, seringkali membagi rezeki kecil yang diterimanya kepada ibunya.

Baca Juga: Gibran Ajak Pendukung Bersorak Saat Debat Capres, KPU Beri Teguran Keras

"Kadang kan kita makan bareng. Kalau ada makanan dari kelurahan kita kasih, tapi dia minta buat ibu sama adiknya," kata Benni.

Benni juga menyampaikan bahwa Awan sering menerima sedikit rezeki berlebih dari warga, dan uang tersebut tidak digunakan untuk kesenangan pribadi, melainkan sebagian disisihkan untuk membantu kebutuhan ibunya.

"Saya juga suka ngasih uang, sama dia sebagian suka dikasih ibunya. Pokonya tuh anak apa-apa selalu ibunya," tambahnya.

Baca Juga: Berdalih Karena Kebutuhan Ekonomi, Guru Ngaji Jualan Narkoba Ke Petani

Tragedi tersebut berawal dari kecelakaan sepeda yang melibatkan Awan dan anak tetangganya. Usman, ayah Awan, yang tempramen, merasa marah dan mengambil tindakan kasar dengan membanting Awan hingga tak sadarkan diri. Saat kejadian, darah keluar dari mulut dan hidung Awan.

Jenazah Awan kini telah dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. Sementara itu, Usman, yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut, telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Tragedi ini meninggalkan duka yang mendalam dan menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan anak-anak dari kekerasan dalam lingkungan keluarga.

Halaman:

Tags

Terkini