Minggu, 19 Juli 2026

Institut Leimena dan Kementerian HAM Perkuat Pendidikan HAM di Indonesia  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 19 Februari 2025 | 10:48 WIB
Institut Leimena menggelar audiensi, dengan Menteri HAM, Natalius Pigai, di kantor Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 18 Februari 2025.  (Istimewa)
Institut Leimena menggelar audiensi, dengan Menteri HAM, Natalius Pigai, di kantor Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 18 Februari 2025. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Institut Leimena terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. Dalam audiensi yang berlangsung di kantor Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 18 Februari 2025, Menteri HAM, Natalius Pigai, menyambut baik upaya yang dilakukan Institut Leimena melalui program Literasi Keagamaan Lintas Budaya.

Program ini dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat pemahaman dan penerapan HAM di berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan pendidik. Dalam pertemuan tersebut, Natalius Pigai menegaskan pentingnya pendidikan HAM dalam kurikulum sekolah.

“Menjadi guru, minimal harus mengetahui apa itu HAM, bagaimana penerapannya. Di situ bagiannya (Institut Leimena), dan kami akan memberikan pendidikan tersebut dengan certificate by attendance,” kata Pigai, di Jakarta.

Ia menyoroti bagaimana moral dan etika harus dibangun selaras dengan prinsip-prinsip HAM yang universal. Menurutnya, seorang guru setidaknya harus memiliki pemahaman dasar mengenai HAM dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Citramaja City adalah pilihan hunian yang tepat untuk keluarga masa kini, karena fasilitasnya lengkap, lingkungan hijau, dan akses strategis. (Instagram)

Ia juga mengungkapkan rencana pemberian sertifikat bagi peserta program pendidikan HAM yang diselenggarakan oleh Institut Leimena sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi mereka. Institut Leimena telah menjalankan program Literasi Keagamaan Lintas Budaya sejak 2021 dan telah melibatkan sekitar 9.200 guru dari 37 provinsi di Indonesia.

Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman HAM dalam konteks keberagaman, sekaligus mendorong kerja sama lintas agama dan budaya. Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, menyatakan bahwa dimensi HAM menjadi aspek utama dalam program ini. Ia melihat adanya titik temu antara visi yang diusung oleh Institut Leimena dengan tujuan yang ingin dicapai oleh Kementerian HAM.

Dalam kesempatan yang sama, Matius Ho juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan HAM di Indonesia di bawah kepemimpinan Natalius Pigai. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang, termasuk dalam hal pemberian sertifikat bagi ribuan guru yang telah mengikuti program literasi keagamaan lintas budaya.

Baca Juga: Ini Rangkaian Pelantikan 481 Kepala Daerah  

“Kami sangat merasa bergembira dan sangat optimistis melihat masa depan HAM di Indonesia dengan kepemimpinan beliau (MenHAM) dan dengan adanya pembentukan Kementerian HAM ini kami juga banyak melihat bagaimana titik temu antara program literasi keagamaan lintas budaya yang tengah dilakukan oleh Institut Leimena dengan harapan yang ingin dicapai oleh KemenHAM,” kata Matius Ho

Sebelumnya, Institut Leimena telah bekerja sama dengan Kementerian HAM dalam penyelenggaraan Webinar Internasional memperingati Hari HAM Internasional ke-76 pada 6 Desember 2024. Dalam acara tersebut, Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto, menjadi pembicara kunci dengan membahas pentingnya memperkuat harmoni dalam keberagaman melalui pendidikan HAM dan literasi keagamaan.

“Memperkuat Harmoni Dalam Keberagaman Melalui Pendidikan HAM dan Literasi Keagamaan Lintas Budaya. Ke depannya, kami berharap penjajakan kerja sama selanjutnya terutama masalah certificate by attendance untuk sekitar 9.000 guru yang telah dibina, mengikuti program literasi keagamaan lintas budaya,” ujar Matius.

Baca Juga: PNM dan Relawan Bakti BUMN Tanam 1.000 Mangrove untuk Lindungi Pesisir Donggala  

Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan berbagai lembaga dalam mengarusutamakan pendidikan HAM. Dengan semakin banyaknya pihak yang berperan aktif, nilai-nilai HAM diharapkan dapat semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat, mendukung prinsip penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan penguatan HAM secara menyeluruh.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini