NAWACITAPOST.COM - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Relawan Bakti BUMN (RBB) menggelar kegiatan penghijauan di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat pesisir.
Dalam kesempatan ini, PT PNM dan para relawan melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap abrasi pantai serta perlindungan ekosistem pesisir yang semakin terancam akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Penanaman mangrove di Desa Towale diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. Selain berperan dalam menahan laju abrasi, hutan mangrove juga dapat meredam gelombang tinggi, termasuk potensi tsunami.
Baca Juga: BaraNusa Kritik Keras Pernyataan Noel Soal #KaburAjaDulu: Seperti Malin Kundang Durhaka
Selain itu, mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting, seperti meningkatkan kualitas air, menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut, serta menyerap emisi karbon. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian lingkungan semakin meningkat, sehingga mereka turut berperan aktif dalam menjaga dan merawat kawasan mangrove yang telah ditanam.
Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan rehabilitasi ekosistem mangrove sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.
"Penanaman mangrove adalah solusi berkelanjutan untuk mengatasi abrasi pantai dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir," katanya, Selasa (18/2/2025).
Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya, PNM tidak hanya menanam pohon tetapi juga mengajak warga setempat untuk turut serta dalam pemeliharaan mangrove agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Dengan adanya ekosistem mangrove yang sehat, Desa Towale juga berpotensi berkembang menjadi destinasi ekowisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Baca Juga: Jaga Warisan Budaya, 5 Daerah dengan Produsen Batik Terbanyak
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen PT PNM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berdasarkan tiga pilar utama, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu, program ini berkontribusi terhadap pencapaian 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek perlindungan lingkungan, pengurangan risiko bencana, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
"Kami melibatkan masyarakat dalam setiap langkah, mulai dari pelaksanaan hingga pemeliharaan pohon mangrove, agar program ini dapat berkelanjutan," ujarnya.
Upaya ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Melalui program penghijauan ini, PT PNM dan Relawan Bakti BUMN berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Dengan semangat kolaborasi, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. "Saya berharap, dengan ekosistem mangrove yang sehat, desa ini bisa berkembang menjadi destinasi ekowisata yang mendukung perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja," ujarnya.
Artikel Terkait
Bosan di Jakarta Terus? Ini 5 Kota di Indonesia dengan Deretan Tempat Wisata Yang Populer
Sertijab PJU Dilingkungan Polres, Ini Pesan Kapolres Majalengka
Reses Imam Syafi'i di Kebonsari: Sekolah Sepak Bola Kampung dan Pencak Silat Butuh Perhatian
Pembangunan Jembatan Kali Greges dan Revitalisasi Pasar Jadi Sorotan Reses Yona Bagus
Birokrasi Berbelit, Layanan Digital Tak Efektif! Aldy Blaviandy: Jangan Bikin Warga Susah!