Sementara itu, Kepala Kantor BI Perwakilan Malang Samsun Hadi menuturkan kolaborasi Kemensos dan BI dalam program PENA diharapkan mampu meningkatkan harkat dan martabat keluarga. "Kita bersyukur ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Menjadi lebih mandiri, lebih aktif, dan lebih berpartisipasi," ujarnya.
Dikatakan Samsun, potensi KPM bansos, dalam hal ini PKH dan sembako, sangat besar. Sedangkan melalui PENA, para KPM dapat mengakses ilmu tentang pemasaran dan ilmu lain untuk meningkatkan nilai produk mereka.
Salah satu KPM, Sumadi (43) mengatakan senang produknya kini memiliki kemasan baru dan unik. Pria yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH) ini memiliki usaha Marie Wijen. Pada Januari 2023, Sumadi menerima bantuan PENA yang ia gunakan untuk mengembangkan usahanya.
Sejak bergabung dengan PENA, pria asal Kota Batu ini telah mendapatkan konsultasi pemasaran dan keuangan. "Dulu kalau keuangan cuma catat keuntungan aja, tapi setelah mengikuti konsultasi, semua dicatat. Sekarang sudah mulai diterapkan ilmu-ilmunya," katanya.
Selain mendapat konsultasi, ia juga terdorong untuk mengurus perizinan. Terbukti, saat ini ia sudah memiliki NIB, PIRT, dan sertifikat halal. Menurutnya, adanya perizinan memudahkannya untuk memasukkan produknya ke toko swalayan. Saat ini pendapatannya sudah naik berkali lipat. Jika dulu, ia hanya bisa memasok produk seminggu sekali, saat ini sudah bisa dua kali dalam seminggu.