Jumat, 5 Juni 2026

Berkat PENA, Mensos Berhasil Graduasi 135 KPM Bansos di Malang Raya

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 1 November 2023 | 09:34 WIB
Berkat PENA, Mensos Berhasil Graduasi 135 KPM Bansos di Malang Raya
Berkat PENA, Mensos Berhasil Graduasi 135 KPM Bansos di Malang Raya


NAWACITApost.com – Sejak diresmikan pada Agustus 2023, Klinik Usaha PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara) yang berlokasi di Kabupaten Malang telah memberikan berbagai manfaat bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarĝa Harapan (PKH) dan sembako/BPNT yang ingin menaikkan daya jual produknya.





Di klinik PENA, para KPM dapat menimba ilmu pemasaran, keuangan, serta berkonsultasi tentang branding. Para KPM juga didorong untuk mengurus legalitas produk sehingga produk yang dimiliki dapat bersaing di toko swalayan dan pasar menengah ke atas.





Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini turun langsung memberikan motivasi bagi para KPM yang hadir di Malang, Selasa (31/10). Menurut Mensos, selain kualitas produk, legalitas usaha adalah faktor penting untuk pengusaha. Oleh karena itu, Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong para KPM untuk memiliki legalitas.





"Pada waktu awal kita memberikan pelatihan, ada 443 peserta. Saat ini sudah graduasi. Mereka yang minta keluar dari daftar penerima Bansos 135. Artinya mereka semakin mandiri," kata Mensos.





Mensos mengatakan, saat itu hanya dua usaha yang memiliki izin. "Sekarang hampir 90 persen sudah mempunyai izin," kata Mensos di hadapan media setelah menghadiri acara roadshow dan graduasi PENA Malang, Selasa (31/10).





Hingga saat ini, sebanyak 432 KPM sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), 51 KPM sudah memiliki sertifikat produksi pangan rumah tangga (PIRT), dan 110 orang sudah memiliki sertifikat halal.





Adapun PENA Malang Raya merupakan program kolaborasi yang diinisiasi oleh Kemensos bersama Bank Indonesia melalui anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo. Dikatakan Andreas, kemajuan PENA Malang Raya cukup pesat dan banyak KPM yang usahanya berkembang. "Saya tidak menyangka seperti ini perkembangannya. Intinya ada pada konsistensi dalan pendampingan," katanya.


Halaman:

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini