Rabu, 24 Juni 2026

Dari Indonesia hingga Agra, Berikut 7 Pasangan Teromantis Sepanjang Sejarah  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 14 Februari 2025 | 09:58 WIB
BJ Habibie dan Ainun Habibie dimakamkan berdampingan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.  (X)
BJ Habibie dan Ainun Habibie dimakamkan berdampingan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Cinta sejati telah menjadi inspirasi bagi banyak kisah yang bertahan melintasi zaman. Dari kerajaan megah di India hingga negeri penuh legenda di Tiongkok, sejarah mencatat kisah cinta yang begitu mendalam dan penuh pengorbanan.

Di berbagai belahan dunia, kota-kota romantis menjadi saksi bisu bagaimana pasangan-pasangan teromantis menjalani perjalanan cinta mereka. Beberapa kisah berakhir bahagia, sementara yang lain dipenuhi tragedi.

Tak heran jika nama-nama pasangan ini terus dikenang dan kisah mereka diadaptasi ke dalam berbagai karya sastra, film, hingga seni pertunjukan. Berikut adalah kisah pasangan teromantis sepanjang sejarah, dari Agra hingga Hangzhou, yang tetap abadi dalam ingatan manusia.

Citramaja City, kota mandiri yang dirancang modern dengan fasilitas lengkap. (Instagram)

1. BJ Habibie dan Ainun Habibie

Cinta sejati antara BJ Habibie dan Ainun Habibie menjadi salah satu kisah paling romantis dalam sejarah Indonesia. Setelah menikah pada tahun 1962, Ainun setia menemani suaminya dalam perjalanan hidup yang penuh tantangan, baik saat tinggal di Jerman maupun ketika Habibie menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kebersamaan mereka diuji ketika Ainun didiagnosis menderita kanker ovarium dan harus menjalani perawatan intensif di Jerman. Setelah kepergian Ainun pada 2010, Habibie tetap setia mengenang istrinya. Ketika BJ Habibie meninggal dunia pada tahun 2019, ia akhirnya kembali bersatu dengan belahan jiwanya. Pasangan ini dimakamkan berdampingan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

2. Layla dan Qais

Qais, seorang pedagang, harus meninggalkan Layla untuk sementara waktu. Saat Qais pergi, seorang saudagar kaya bernama Sa’d bin Munif melamar Layla dengan imbalan 1.000 dinar yang membuat ayah Layla menerima lamaran tersebut.

Meskipun Layla telah menikah, cintanya kepada Qais tidak pernah pudar. Ketika Layla jatuh sakit, ia meminta bertemu dengan Qais untuk terakhir kalinya. Di hadapan kekasihnya, Layla menyatakan bahwa meskipun mereka tidak dapat bersatu di dunia, mereka akan dipersatukan di akhirat.

Baca Juga: KLH Selidiki KEK Lido Milik Hary Tanoe! Ada Dugaan Pelanggaran Lingkungan dan Unsur Pidana  

3. Sam Pek dan Eng Tay

Eng Tay menyamar sebagai laki-laki agar bisa bersekolah di Hangzhou, Tiongkok. Alasan penyamaran itu juga dikarenakan ingin bertemu dengan Sam Pek. Mereka jatuh cinta, tetapi keluarga Eng Tay telah menjodohkannya dengan pria lain.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini