Jumat, 5 Juni 2026

Mgr Fransiskus Sinaga Tahbiskan 4 Pastor Baru Di Keuskupan Sibolga : Tuaian Memang Banyak Tetapi Pekerja Sedikit

Photo Author
Yustinus, Nawacita Post
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 12:21 WIB
Mgr Fransiskus Sinaga Saat Kegiatan Tahbiskan 4 Pastor Baru
Mgr Fransiskus Sinaga Saat Kegiatan Tahbiskan 4 Pastor Baru

NAWACITAPOST.COM - Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, Mentahbiskan 4 orang Diakon menjadi Pastor Baru di Keuskupan Sibolga, Jumat (31/1/25) di Gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam Sarudik – Paroki Katedral St. Theresia Lisieux Sibolga.

Para diakon yang akan ditahbiskan menjadi Imam tersebut, terdiri dari Tiga orang menjadi Imam Diosesan diantaranya : Diakon GEORGIUS SEGUNAR PADEL SEDA, Asal Paroki : Paroki “Stella Maris” Danga, Keuskupan Agung Ende. Diakon BLASIUS TONI LAHAGU, Asal Paroki : Kuasi Paroki Santu Gabriel Malaikat Agung Tapian Nauli Keuskupan Sibolga dan Diakon JONATAN BENEDIKTUS SAMOSIR, Asal Paroki : Paroki Santo Paulus Onan Runggu, Keuskupan Agung Medan.

Dan satu orang menjadi Imam Kapusin dari Kapusin Kustodi Jenderal Kepulauan Nias yaitu Diakon THEO SILFANUS HAREFA, OFMCap. Asal Paroki : Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Teluk Dalam Keuskupan Sibolga.

Baca Juga: Swedia Kembali ke Buku Teks: Mengapa Pendidikan Digital Kurang Efektif?  

Upacara Tahbisan dibawakan oleh Pastor Paroki Katedral Sibolga RD. Simeon Yulianus Pidang, Vikjend RP Gregorius Fau, OFMCap, Vikep RP Ignasius Purwosuranto, OSC, dan RD Bartolomeus Sihite, Sekjen Keuskupan Sibolga RD Blasius S.Yesse. Kustos Kapusin Kepulauan Nias RP Pius Ndruru, OFMCap, puluhan orang Imam yang datang dari wilayah Keuskupan Sibolga (Dekanat Tapanuli dan Dekanat Nias) dan Keuskupan Agung Medan, serta seribuan Umat Katolik dari KBG & Kelompok Kategorial, Yayasan Sekolah Katolik, DPPI, DPSI, termasuk kaum religius seperti Suster-suster dan Bruder, yang berasal dari Paroki Katedral St. Theresia Lisieux- Sibolga dan paroki tempat asal Pendeta tertahbis.

Acara berjalan lancar berkat kerjasama semua pihak, Keuskupan Sibolga, Paroki-paroki, Pemerintah, TNI & Polri, dan Ketua Panitia Panitia Bp. Sokhi H. Tarihoran, Sekretaris Bp. Baru Naibaho, dll. Meski upacara tahbisan berlangsung dengan cuaca panas terik, namun acara berlangsung hikmat dan meriah.

Tahbisan tersebut dilaksanakan dalam perayaan Misa yang pimpin oleh Uskup Sibolga Mgr Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, sekaligus peringatan Santo Yohanes Bosco.

Baca Juga: Pemerintah Respon Cepat Banjir di Pusako, Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum

Dalam renungan, Mgr Fransiskus, menyampaikan bahwa saat ini Keuskupan Sibolga sangat membutuhkan Imam (Pastor - red) untuk melayani kurang lebih 260-ribuan umat Katolik. Kurang lebih 100 stasi yang dapat merayakan misa setiap Minggu dan sekitar 800 stasi tidak dapat merayakan misa.

"Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Untuk itu mintalah kepada Tuan pemilik Ladang agar menambah pekerja. Bukan berarti memperbanyak pekerja, tetapi pekerja yang tulus, pekerja yang handal. Dan pekerja pekerja pilihan Allah sendiri. Saya percaya bahwa Allah telah berencana kepada kalian berempat. Supaya hidup kalian berjalan sesuai kehendak Allah. Bukan kehendak kalian lagi. Kalian harus siap diutus bekerja di ladang Tuhan. Jangan takut Tuhan akan menolong kalian, memperlengkapi kalian, kalau kalian tulus dan setia dalam Iman dan Imamatmu Kelak," pesan Uskup kepada Para Imam yang baru di Tahbis.

Kiranya kalian menyadari kalian dipilih Allah dari kalangan manusia. Dari lingkungan umat, imam tidak terlepas dari keterbatasan dan kekurangan. Tetapi juga memiliki kelebihan. Untuk itu manfaat kelebihan kalian untuk perpanjangan tangan Tuhan untuk membawa Rahmat bagi Umat Allah.

Baca Juga: Jumat Berkah, Lapas Rantauprapat Kembali Salurkan 100 Bansos Kepada Keluarga WBP dan Masyarakat

Ketika kalian membaptis orang kalian membawa orang menjadi warga Allah. Kalian juga akan memberikan sakramen pengampunan dosa, memimpin misa dan doa syukur agung.

Mgr Fransiskus juga berpesan para Imam dapat menjaga dan memelihara hati dan pikiran agar tetap berfikir positif dan semakin dekat dengan Allah. Menjaga kekudusan dan kesucian. Karena melalui Imam, umat dapat terus menerus bertemu dengan Tuhan melalui sakramen Ekaristi.

Halaman:

Editor: Yustinus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini