Plaza Semanggi, yang berlokasi di kawasan Karet, dikelilingi oleh gedung-gedung perkantoran dan apartemen. Meski berada di area strategis, banyak tenant yang memilih keluar selama pandemi, meninggalkan mal ini dalam kondisi sepi dan penuh kios kosong.
6. Poins Square Lebak Bulus
Dikembangkan dengan konsep transit oleh pengembang besar, Poins Square Lebak Bulus mengalami kerugian besar akibat tenant yang hengkang selama pandemi. Dengan biaya pembangunan yang mencapai Rp 483 miliar, manajemen mal ini harus menghadapi realitas berat akibat dampak ekonomi yang menghantam sektor ritel.
7. Pusat Elektronik Glodok
Glodok City pernah menjadi surga bagi pecinta barang elektronik. Namun, kini tempat ini berusaha bertahan dengan mengubah segmen produk yang dijual. Sepinya pengunjung dan daya beli yang menurun membuat pusat elektronik ini tampak kehilangan daya tariknya.
8. Serpong Plaza
Serpong Plaza adalah salah satu contoh mal yang ditinggalkan. Berlokasi di Jalan Raya Serpong, bangunan megah ini tak lagi menarik perhatian pengunjung dan kini hanya menjadi gedung kosong yang menyeramkan.
Baca Juga: Dino Patti Djalal Sebut Peluang Jokowi Gabung Demokrat Hanya 0,01 Persen
9. Roxy Square
Roxy Square, yang dahulu dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik, kini lebih banyak berfungsi sebagai gudang dan kantor bagi pedagang online. Sepinya pengunjung sudah mulai terasa sejak 2018, diperparah oleh pandemi dan pembangunan flyover yang membuat akses ke mal ini menjadi kurang strategis. Kini, sebagian besar kios hanya digunakan untuk menyimpan barang dagangan atau sebagai kantor kecil.
Artikel Terkait
Kakanwil Kemenkumham Sulsel Ajak Seluruh Jajarannya Gelorakan Semangat Bela Negara
Budi Arie Setiadi Diperiksa Bareskrim
Prabowo Tegas Berantas Koruptor: Tak Perlu Ragu-ragu, Kita Setia pada Rakyat, Tegakkan Hukum!
Duta Besar AS Perkuat Hubungan dengan Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah
Agung Sedayu Group Tegaskan Pembangunan PSN PIK 2 sebagai Barang Halal