Kamis, 4 Juni 2026

Aguan Rencanakan Pembangunan Masjid dan 10 Ribu Rumah di PIK pada 2025  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 3 Desember 2024 | 11:32 WIB
Pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma atau yang akrab disapa Aguan.  (X)
Pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma atau yang akrab disapa Aguan. (X)

NAWACITAPOST.COM - Pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma atau yang akrab disapa Aguan, menegaskan bahwa kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dirancang sebagai area terbuka untuk umum, bukan hunian eksklusif seperti yang sering diasumsikan banyak orang.

Dalam pernyataan yang disampaikan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Aguan menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang agar dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk dengan berbagai fasilitas wisata yang dapat dinikmati tanpa biaya masuk.

Menurut Aguan, PIK telah menjadi destinasi populer bagi masyarakat, terutama pada libur akhir pekan dan hari-hari besar. Ia mencatat bahwa setiap hari libur, kawasan PIK dikunjungi hampir satu juta orang, sementara saat menjelang Lebaran, kunjungan selama lima hari mencapai lima juta orang.

"PIK ini kita rancang buat satu itu semua buat umum, kita tidak eksklusif, karena apa, kita bisa buktikan bahwasanya sekarang PIK di masuknya hari mau libur itu hampir 1 juta orang tiap hari. Menjelang lebaran itu dalam 5 hari itu 5 juta orang masuk ke PIK," kata Aguan, dikutip Selasa (3/12/2024).

Baca Juga: Lion Group Terapkan Aturan Ketat Ukuran dan Berat Bagasi, Ini Rinciannya  

Salah satu lokasi yang menarik perhatian pengunjung adalah area Pasir Putih di PIK 2, yang menawarkan pengalaman rekreasi tanpa pungutan biaya. "Sehingga kita siapin, kenapa bisa itu, karena kita semua siapin yang misalnya pasir putih apa segala yang lain-lain itu semuanya tidak ada pungut bayaran, sehingga rakyat datang itu bisa betul-betul bertamasya di sana," imbuhnya

Menanggapi sejumlah isu yang beredar mengenai PIK, Aguan menegaskan bahwa kawasan ini sebelumnya merupakan lahan tambak dan daerah kumuh. Untuk pengembangan wilayah, pihaknya telah merelokasi warga dari perkampungan sekitar dengan menyediakan hunian baru yang setara dengan tempat tinggal mereka sebelumnya.

Kita bukan pebarisan, kita relokasi rumahnya itu sama besar kita bangun baru di sana, semua fasilitas ada, ada masjid, ada apa semuanya ada," katanya.

Salah satu proyek besar yang direncanakan adalah pembangunan masjid di atas lahan seluas 10 hektare. Masjid tersebut akan memiliki luas 1,5 hektare, sementara sisanya akan digunakan untuk membangun ruko yang menyediakan makanan halal.

Baca Juga: Akademisi Unair: Polri Harus Tetap Mandiri di Bawah Presiden

Aguan menjelaskan bahwa masjid ini dirancang untuk menjadi pusat kegiatan umat Muslim, lengkap dengan fasilitas modern seperti area pernikahan. Lokasinya yang berada di tepi danau akan memberikan pemandangan indah bagi pengunjung.

"Kita bangun masjid kemarin sudah kita lapor ke Pak Presiden juga, masjid ada 10 hektare kita bangun di sana, untuk masjidnya satu setengah hektare, sisanya ada ruko, ada makanan-makanan muslim, semuanya halal semuanya," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Ara juga bertanya tentang rencana pembangunan rumah di PIK untuk tahun 2025. Aguan menjawab bahwa pihaknya menargetkan pembangunan 10 ribu rumah baru pada tahun tersebut.

"Untuk PIK bangun itu kira-kira paling sedikit bisa 10 ribu rumah," jawab Aguan.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini