NAWACITAPOST.COM - Sebagaimana diketahui, dalam tahapan proses peradilan, Hak Asasi Manusia (HAM) harus terus ditegakkan. Baik bagi korban maupun terduga pelaku, yang mana hal ini merupakan tugas dan fungsi Kemenkumham dalam melaksanakan fungsi penegakan HAM.
Beberapa saat lalu, ramai berita terkait dugaan Tindak Pidana pelecehan seksual oleh penyandang disabilitas yang sampai saat ini didalami oleh Polda NTB.
"Kanwil Kemenkumham NTB tentu saja memberikan dukungan penuh pada proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Namun, pelindungan HAM tetap harus dijunjung tinggi," ungkap Supardan selaku Kasubbid Pemajuan HAM Kanwil Kemenkumham NTB.
Hal tersebut diungkapkan di Command Center Polda dan Unit PPA Polda NTB pada Senin (2/12) sesaat sebelum Polda NTB menggelar Press Release terkait perkembangan kasus tersebut.
Dipimpin langsung oleh Dirreskrimum Polda NTB beserta jajaran, giat ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi Disabilitas Daerah (KDD) Joko Jumadi, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) NTB, serta Andre Saputra dari Pusat Bantuan Hukum Mangandar NTB (Pendamping Korban).
Baca Juga: Kadiv Yankumham Kanwil Kemenkumham NTB Pimpin Rapat Bahas Naturalisasi 2 WN Jepang
Supardan menambahkan, perlu diingat bahwa terduga pelaku merupakan penyandang disabilitas, sehingga hak-hak nya juga perlu dipenuhi.
Pelindungan HAM dalam ranah penegakan hukum ini secara khusus dalam Bab II Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2020 yaitu mengenai kewajiban lembaga penegak hukum untuk menyediakan akomodasi yang layak, yang terdiri atas pelayanan serta sarana dan prasarana dalam setiap proses peradilan.
Pelindungan bagi penyandang disabilitas meliputi perlakuan non-diskriminatif, pemenuhan informasi, penyediaan standar pemeriksaan penyandang disabilitas dan standar pemberian jasa hukum, pendamping hukum bagi disabilitas, ruangan/fasilitas ramah disabilitas, dsb.
Sampai saat ini terduga masih berstatus tahanan rumah, mengingat kondisi khusus dan pertimbangan fasilitas di Polda NTB yang belum memadai untuk menangani penyandang disabilitas.
Baca Juga: Lapas Sumbawa Besar Kanwil Kemenkumham NTB Fasilitasi Pilkada Serentak 2024, Bupati Turut Hadir
Hal ini sejalan dengan yang apa yang sempat diutarakan oleh Kakanwil Kemenkumham NTB Parlindungan. Bahwa Kanwil Kemenkumham NTB tentu saja menghormati jalannya proses hukum yang dilaksanakan oleh APH terkait dalam rangka menegakkan supremasi hukum. Namun, penerapan Hak Asasi Manusia juga harus diutamakan.
"Dalam hal ini, perhatian khusus bagi penyandang disabilitas yang termasuk kelompok rentan perlu dikedepankan dalam rangka menjunjung tinggi Penghormatan, Pelindungan, Pemenuhan, Penegakan dan Pemajuan HAM (P5HAM)," ujar Parlindungan.
Artikel Terkait
Lapas Perempuan Mataram Kanwil Kemenkumham NTB Sukses Gelar Pesta Demokrasi Pilkada Serentak
Pj. Gubernur NTB Pantau Langsung Pelaksanaan Pilkada di Lapas Lombok Bara Kanwil Kemenkumham NTB
Lapas Sumbawa Besar Kanwil Kemenkumham NTB Fasilitasi Pilkada Serentak 2024, Bupati Turut Hadir
Kadiv Yankumham Kanwil Kemenkumham NTB Pimpin Rapat Bahas Naturalisasi 2 WN Jepang
Kemenkumham NTB Serahkan Berita Acara Hasil Harmonisasi 7 Raperbup Kabupaten Dompu